Hanoi, Gontornews — Pemerintah Vietnam berencana untuk membuka kembali sektor pariwisata bagi wisatawan mulai Desember mendatang. Vietnam mewajibkan para wisatawan untuk mendapatkan vaksinasi dari negara dengan risiko rendah Covid-19. Secara umum, Vietnam menargetkan pembukaan seluruh objek pariwisata nasional mulai Juni tahun depan.
Demi mencegah penyebaran Covid-19, Vietna memberlakukan kontrol perbatasan ketat sejak awal pandemi. Mulanya, pendekatan ini cukup berhasil membendung penyebaran Covid-19. Namun, kebijakan ini berdampak buruk bagi sektor pariwisata yang, selama ini, menyumbang 10 persen produk domestik bruto Vietnam.
Bulan lalu, pemerintah telah mengumumkan pembukaan kembali pulau wisata Phu Quoc bagi pelancong yang telah mendapatkan vaksinasi mulai November.
Selain pulau Phu Quoc, Vietnam akan membuka objek wisata lain seperti situs warisan dunia Ha Long Bay dan Hoi An, dataran tinggi Dalat dan pantai Nha Trang mulai Desember mendatang.
“Kami hanya akan membuka ketika situasi benar-benar aman,” ungkap pernyataan resmi pemerintah Vietnam sebagaiamana dilansir Channel News Asia.
“Kami bergerak selangkah demi selangkah, dengan hati-hati tetapi fleksibel untuk terus beradaptasi dengan situasi pandemi yang sebenarnya,” tambah keterangan pemerintah Vietnam tersebut.
Langkah pembukaan pariwisata oleh pemerintah Vietnam melanjutkan langkah serupa yang Thailand ambil sebelumnya. Thailand telah memperluas lokasi objek wisata dengan skema percontohan yang memungkinkan pengunjung tervaksin penuh untuk berwisata ke negara tersebut.
Masuknya wisatawan asing ke Vietnam pada mengalami penurunan pada tahun 2020. Pada periode tersebut, wisatawan asing Vietnam turun menjadi 3,8 jut wisatawan atau turun dari tahun 2019 yang mencatatkan 18 juta wisatawan asing.
Vietnam juga berusaha untuk terus mempercepat vaksinasi Covid-19. Sejauh ini, warga Vietnam yang telah mendapatkan vaksin lengkap baru mencapai 13 pesen dari 98 juta populasi nasional. Angka ini sekaligus mencatatkan Vietnam sebagai salah satu negara dengan angka vaksinasi nasional terendah di Asia. [Mohamad Deny Irawan]


















