Hanoi, Gontornews — Pemerintah Vietnam melonggarkan aturan karantina bagi pelancong penerima dua vaksin lengkap. Kementerian Kesehatan Vietnam, Rabu (4/8/2021), mengatakan pemerintah akan memangkas durasi wajib karantina bagi pelancong penerima vaksin lengkap menjadi hanya tujuh hari.
Pemerintah Vietnam berhasil menahan lonjakan virus Covid-19 sepanjang tahun lalu. Mereka mengintesifkan pengujian serta memberlakukan karantina terpusat. Namun, sejak akhir April, Vietnam melaporkan lonjakan kasus Covid-19 secara drastis dengan varian Delta sebagai pemicu utama penularan.
Alhasil, pemerintah menutup seluruh wilayah perbatasan bagi pendatang dari luar negeri. Tetapi, pemerintah mengizinkan masuk warga Vietnam yang kembali, pakar asing, investor atau diplomat dengan syarat karantina 14 hari di lokasi yang telah ditetapkan.
Sementara warga asing, sebagaimana dilansir Reuters, akan menjalani tes Covid-19 dalam rentang waktu 72 jam serta tinggal di kamp karantina selama 7 hari jika yang bersangkutan telah mendapatkan dua dosis vaksin. Meski demikian, belum jelas kapan aturan ini diberlakukan dan dilaksanakan.
Sejauh ini, Vietnam melaporkan total 174.000 kasus dengan 2.071 diantaranya berujung kematian. Kota Ho Chi Minh City menjadi pusat penyebaran Covid-19 di Vietnam. Pemerintah pun memberlakukan penguncian ketat ke pusat bisnis itu dan beberapa provinsi lain termasuk Hanoi, ibu kota Vietnam.
Akhir bulan lalu, otoritas kesehatan Vietnam melaporkan penuhnya kapasitas fasilitas karantina terpusat seiring dengan lonjakan kasus harin.
Terkait vaksinasi, otoritas terkait melansir 744.000 warga dari 98 juta warga yang mendapatkan vaksin Covid-19. Kementerian Kesehatan, Nguyen Thanh Long, pun memperingatkan pejabat terkait untuk mempercepat proses inokulasi yang sejauh ini berjalan sangat lambat. [Mohamad Deny Irawan]





















