Tokyo, Gontornews — Otoritas Kesehatan Jepang, Kamis (17/6/2021), melaporkan hasil penelitian tentang efek jangka panjang dari virus korona. Dalam penelitiannya, mereka menemukan bahwa pasien Covid-19 mengalami kelelahan, rambut rontok dan gejala lain enam bulan setelah mereka terinfeksi virus.
Kementerian Kesehatan Jepang membentuk tiga kelompok untuk meneliti kondisi ini. Kantor berita Jepang, NHK, merilis penelitian yang dilakukan oleh Keio University dan Kanazawa Medical University.
Penelitian yang dipimpin guru besar Keio University, Fukunaga Koichi, misalnya, melibatkan 246 pasien rumah sakit. Para responden setidaknya telah terinfeksi virus korona, baik bergejala atau tidak, enam bulan sebelumnya.
Sekitar 80 persen responden mengatakan bahwa mereka merasa telah pulih sepenuhnya seperti sebelum terinfeksi. Sementara responden lainnya melaporkan keluhan rasa lelah (21%), sesak nafas (13%), sulit tidur (11%) serta mengalami kerontokan rambut (10%).
Penelitian lain juga dilakukan oleh Miwa Tanaki, profesor dari Kanazawa Medical University, Ishikawa. Dalam penelitian ini, mereka melibatkan 251 orang pasien berusia di bawah 60 tahun yang dirawat di rumah sakit atau melakukan isolasi mandiri karena terinfeksi virus saat mengisi kuesioner.
Hasilnya, 37 persen pasien melaporkan bahwa indera penciuman dan pengecap mereka tidak normal. 20 persen pasien mengalami kelainan pada indera penciuman mereka. Sementara 4 persen lainnya mengalami kelainan pada indera perasa.
Tim lantas melakukan survei lanjutan sekitar satu bulan setelah penelitian. Para responden pun diperbolehkan untuk kembali ke rumah atau mengakhiri isolasi mandiri.
Walhasil, mereka menemukan bahwa 60 persen responden merasakan peningkatan indera penciuman mereka. Sementara 84 persen lainnya mengatakan bahwa indera perasa mereka juga membaik. [Mohamad Deny Irawan]





















