Mariupol, Gontornews – Komunikasi dengan tentara Ukraina terakhir dan sejumlah warga sipil yang bersembunyi di pabrik baja Azovstal telah terputus, kata Walikota Mariupol Vadym Boichenko di televisi nasional sebagaimana dirilis dw.com.
Pada hari Selasa (3/5) komandan Ukraina mengatakan pasukan Rusia menyerbu kompleks pabrik seluas 11 kilometer persegi (sekitar 4 mil persegi) yang mencakup sejumlah bunker dan terowongan. Pada hari Rabu, Rusia membantah telah menyerbu pabrik tersebut.
Boichenko mengatakan pertempuran terus berlanjut di sekitar pabrik.
Selama akhir pekan, lebih dari 100 warga sipil, termasuk wanita, orang tua, dan 17 anak-anak, dievakuasi dari pabrik oleh PBB dan Palang Merah.[]





















