Gaza City, Gontornews — LSM kemanusiaan dan penduduk Jalur Gaza menyatakan keprihatinannya atas krisis Qatar, yang dapat mempengaruhi aliran bantuan ke wilayah miskin tersebut.
Sekretaris Jenderal Dewan Pengungsi Norwegia, Jan Egeland, mengatakan pada hari Selasa (6/6) bahwa Qatar “merupakan investor sangat penting di Gaza” dan sebagai “kontributor proyek infrastruktur di sana.”
Dia menambahkan, dengan adanya krisis Qatar saat ini, tidak mudah bagi Qatar untuk meneruskan kontribusinya ke Gaza.
Qatar adalah salah satu kontributor bantuan terbesar ke wilayah Palestina.
Bantuan Qatar hadir dalam bentuk proyek kemanusiaan untuk memperbaiki kehidupan dua juta warga di Gaza, yang berada di bawah blokade Israel-Mesir.
Qatar telah membangun sebuah kompleks perumahan bagi ribuan keluarga, membuka jalan-jalan utama di Gaza, membangun sebuah rumah sakit dan mendanai rekonstruksi ratusan rumah yang hancur atau rusak akibat perang 50 hari dengan Israel pada tahun 2014.
Kini akibat krisis antara Qatar dan negara-negara tetangganya, warga Gaza khawatir kondisi di Gaza akan lebih buruk lagi.
“Jika ini terjadi dan Qatar menarik dukungannya, hal itu akan sangat mempengaruhi orang-orang di Gaza, terutama karena Qatar adalah pemodal besar dari proyek rekonstruksi setelah perang dan kegiatan amal,” kata Ahmed Rezeq (25), seorang pengusaha, seperti dikutip Aljazeera.
Dia mengatakan bahwa pada akhirnya, orang-orang di Gaza akan menanggung akibat konflik regional itu. [Rusdiono Mukri]





















