Jenewa, Gontornews — Badan kesehatan dunia, WHO, Rabu (29/12/2021), mengingatkan dunia tentang ancaman tsunami kasus infeksi Covid-19. WHO khawatir dengan masih tingginya transmisi varian Delta serta munculnya varian Omicron yang sangat menular membuat fasilitas kesehatan terbebani.
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyatakan keprihatinannya terhadap penularan varian Omicron. “(Saya) sangat prihatin bahwa Omicron menjadi lebih menular dan beredar pada saat yang sama dengan Delta dan (saat ini) mengarah ke tsunami kasus,” kata Tedros sebagaimana dilansir China Daily.
“Ini akan terus memberikan tekanan besar pada petugas kesehatan yang lelah serta sistem kesehatan yang berada di ambang kehancuran. (Situasi ini) sekali lagi dapat mengganggu kehidupan dan mata pencaharian,” sambung Tedros.
Tedros menjelaskan bahwa tekanan yang ia maksud bukan saja terkait dengan bertambahnya pasien Covid-19 tetapi juga tingginya risiko tenaga kesehatan yang terdampak Covid-19.
Secara khusus, Tedros menyesali kemunculan narasi yang menyatakan Omicron menyebabkan gejala penyakit ringan atau tidak parah. “Tapi kita merusak pihak lain pada saat yang sama. (Omicron) bisa jadi berbahaya. Kita tidak boleh merusak berita buruk hanya dengan fokus pada berita baik,” ujarnya.
“Kami tidak ingin masyarakat cepat puas dengan mengatakan ini tidak parah dan ini ringan. Kita harus sangat berhati-hati dengan narasi itu,” tambah Tedros.
Pada saat yang bersamaan, Direktur kedaruratan WHO, Mike Ryan, mengaku gugup dalam menghadapi varian Omicron. Ia menyebut transmisi Omicron yang masif yang diikuti dengan inkubasi yang lebih pendek serta menyebabkan penyakit ringan membuat banyak orang mungkin terkeceoh. Ryan menitikberatkan bahwa sebagian besar mereka yang terinfeksi varian Omicron adalah kelompok muda.
“(Saya) sedikit gugup untuk membuat prediksi positif sampai kita melihat seberapa baik perlindungan vaksin akan bekerja pada populasi yang lebih tua dan rentan,” jelas Ryan.
“Saya pikir sangat penting dalam beberapa pekan mendatang bahwa kami terus menekan transmisi kedua varian seminimal mungkin,” tutup Ryan. [Mohamad Deny Irawan]





















