Jenewa, Gontornews — Badan kesehatan dunia, WHO, Kamis (7/7/2022), melaporkan dua kematian baru akibat penyakit cacar monyet. Secara total, WHO mencatat ada 3 kasus kematian akibat penyakit itu menyebar di luar wilayah endemiknya di Afrika Barat dan Tengah.
WHO mengatakan 77 kasus cacar monyet telah melonjak sebanyak 77 persen menjadi 6.027 kasus, di mana sebagian besar kasus terkonfirmasi di kawasan Eropa. Pembaruan informasi menunjukkan bahwa lebih dari 99 persen kasus yang terkonfirmasi adalah laki-laki.
“Wabah ini terus mempengaruhi pria yang berhubungan seks dengan sesama pria. Mereka mengaku telah melakukan hubungan seks (sesama jenis) baru-baru ini dengan satu atau beberapa pasangan pria. (Temuan ini) menunjukkan tidak ada sinyal penularan berkelanjutan di luar jaringan ini sekarang,” ungkap keterangan WHO yang dilansir Reuters.
Rencananya, badan kesehatan PBB tersebut akan mengadakan pertemuan komite untuk memberi saran yang menyatakan wabah cacar monyet sebagai darurat kesehatan global pekan depan, mual 18 Juli, atau lebih cepat.
Secara khusus, Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus juga akan bertemu dengan Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, tanpa memberikan perincian. Sejauh ini, WHO mengonfirmasi ada 802 kasus cacar monyet yang mereka konfirmasi di Spanyol. [Mohamad Deny Irawan]
























