Jenewa, Gontornews — Badan Kesehatan Dunia, WHO, Rabu (20/7/2022), mengatakan bahwa kasus infeksi Covid-19 dan kasus cacar monyet (monkeypox) meningkat pesat dalam rentang waktu enam pekan terakhir. Sepanjang tahun 2022, WHO mencatat hampir 14.000 kasus cacar monyet yang terkonfirmasi di 70 negara di dunia.
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menjelaskan bahwa kasus kematian akibat Covid-19 juga meningkat meski tidak setinggi penambahan kasus infeksi.
“Lebih banyak kasus (yang terkonfirmasi) berarti kita akan melihat lebih banyak ruang rawat inap (yang terpakai) serta kematian dalam rentang beberapa pekan mendatang,” kata Tedros sebagaimana dilansir Anadolu.
Secara khusus, Tedros menjelaskan bahwa peningkatan infeksi Covid-19 di sejumlah negara adalah karena sub-varian Omicron, BA.5, yang sangat menular.
“Kita akan melihat gelombang infeksi yang berkelanjutan, tetapi kita tidak perlu melihat gelombang rawat inap dan kematian yang berkelanjutan. Kami memiliki ‘alat’ untuk menyelamatkan nyawa seperti vaksin, tes pengujian, terapi dan alat kesehatan masyarakat,” ucap Tedros.
Pada saat yang bersamaan, Tedros juga melaporkan 5 kasus kematian baru akibat virus cacar monyet di Afrika. WHO mengonfirmasi jika semua kasus cacar monyet yang terjadi karena hubungan seks pria dengan pria.
“Sebagian besar kasus terus terjadi di Eropa, terutama (karena) hubungan seks antara pria dengan pria,” jelasnya.
Tedros menjelaskan bahwa Komite Darurat Kesehatan Internasional berencana untuk berkumpul pada Kamis untuk mempertimbangkan apakah wabah cacar monyet merupakan keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional atau tidak. Meski tren penurunan infeksi wabah cacar monyet terkonfirmasi, ada beberapa negara lain yang melaporkan kasus cacar monyet pertamanya pekan lalu.
“Pekan ini, WHO memperbarui panduannya untuk pria yang berhubungan seks dan informasi tambahan untuk komunitas lain yang terkena dampak,” tutup Tedros. [Mohamad Deny Irawan]






















