Amman, Gontornews — Badan Kesehatan Dunia, WHO, mengonfirmasi bahwa Suriah akan menjadi negara yang akan menerima vaksin Covid-19 melalui skema Covax. Pada tahap pertama ini, Suriah akan menerima satu juta dosis vaksin AstraZeneca asal Serum Institute of India.
Kepala misi WHO untuk Suriah, Akjemal Magtymova, Rabu (17/3/2021), mengonfirmasi bahwa pengiriman akan berlangsung paling cepat bulan April atau awal Mei. Melalui dosis sebanyak itu, pemerintah Suriah berharap dapat menginokulasi 20 persen populasi hingga akhir tahun atau hampir 5 juta warga.
Magtymova menambahkan 336.000 dosis akan dikirim ke Suriah Barat laut yang dikendalikan pihak non pemerintah. Rencananya, pengiriman akan melalui jalur perbatasan penyeberangan dari Gaziantep, Turki. Sementara 90.000 vaksin lainnya akan dikirim ke Suriah Timur yang dikuasai pemberontak Kurdi.
Ia menargetkan vaksinasi kepada petugas kesehatan dan pekerja sosial. Secara rinci, WHO menargetkan 3 persen populasi tervaksinasi pada Juni. Sementara pada tahap kedua, Magtymova menargetkan 17 persen penduduk Suriah berusia 55 – 60 tahun ke atas serta penderita penyakit kronis untuk mendapatkan akses vaksin.
Selain vaksin AstraZeneca, Suriah juga mengonfirmasi telah menerima 5.000 dosis vaksin Sinopharm asal Cina.
“Kami beroperasi dalam lingkungan yang sangat menantang dan tidak satbil. Banyak hal yang tidak diketahui dan harus berurusan dengan bagian pendistribusian,” kata Magtymova kepada Reuters.
Suriah menjadi negara paling terpukul akibat pandemi Covid-19. Secara total, Suriah melaporkan 45.453 kasus dengan 1.761 kematian akibat virus asal Cina tersebut.
“Kami menyaksikan peningkatan kasus. Namun, kami membutuhkan data yang lebih rinci untuk memahami situasi epiodemologi,” kata Magtymova. [Mohamad Deny Irawan]




















