Bogor, Gontornews – Sabtu (12/11), Institut Agama Islam Sahid (INAIS) atau Sahid Islamic Entrepreneurial University Bogor menggelar Wisuda Perdana Sarjana Strata Satu (S1). Sebanyak 78 sarjana diwisuda oleh Rektor INAIS Prof Dr Ir H Musa Hubeis MS Dipl Ing DEA. Mereka berasal dari tiga fakultas dan enam jurusan (Prodi).
Hingga saat ini, total jumlah alumni hampir mencapai 499 orang. Mereka telah tersebar dan diserap oleh berbagai instansi, baik pemerintah maupun swasa di Indonesia. Sebagian lagi ada yang berwirausaha.
Wisuda Perdana Program Sarjana INAIS 2016 ini dihadiri oleh Ketua dan Wakil Pendiri Pembina INAIS (Prof Dr KPH H Sukamdani Sahid Gitosarjono dan Hj Juliah Sukamdani), Ketua Umun YWSHK (Prof Drs Showam Masjhuri SU) beserta segenap pengurus, Rektor INAIS Prof Dr Ir H Musa Hubeis MS Dipl Ing DEA beserta civitas akademik, Ketua Koordinator Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta (Kopertais) Wilayah Jawa Barat dan Banten, yang sekaligus rektor UIN Sunan Gunung Jati Bandung (Prof Dr H Mahmud MSi), Muspida Kabupaten Bogor, dan para undangan lainnya.
Tema besar Wisuda Perdana Program Sarjana INAIS 2016 adalah “Peran Perguruan Tinggi Agama Islam dalam Menghadapi Tantangan Sumberdaya Insani di Era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
INAIS merupakan transformasi dari Sekolah Tinggi Agama Islam Terpadu (STAIT) Modern Sahid Bogor, yang berlokasi di Kawasan Padepokan Sahid Wisata Gunung Menyan (PSWGM) Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor. Institut ini berada di bawah naungan Yayasan Wakaf Sahid Husnul Khotimah (YWSHK). Ketua Pendiri dan Pembina INAIS adalah Prof Dr KPH H Sukamdani Sahid Gitorsarjono, yang merupakan President dan Chairman Sahid Group Jakarta.
INAIS menyelenggarakan program pendidikan sarjana strata satu (S1) dan memiliki tiga fakultas, yaitu:
- Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), dengan Jurusan/Program Studi (Prodi) Bisnis dan Manajemen Syariah (BMS), dan Perbankan Syariah (PS).
- Fakultas Ilmu Dakwah dan Komunikasi (FIDKOM), dengan Jurusan/Program Studi (Prodi) Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI).
- Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), dengan Jurusan/Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Raudhatul Athfal (PGRA), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), dan Manajemen Pendidikan Islam (MPI).
Program pendidikan lainnya yang akan dikembangkan dalam waktu dekat adalah Program Pascasarjana (S2) Manajemen Ekonomi Syariah (dalam proses).
INAIS sebagai sebuah Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta (PTAIS) telah melaksanakan Wisuda Sarjana Strata Satu (S1) sebanyak tujuh kali, yakni enam kali dengan status Sekolah Tinggi Agama Islam Terpadu (STAIT) Modern Sahid dan pertama kali dengan status Institut Agama Islam Sahid (INAIS).
Dalam sambutannya Rektor INAIS Musa Hubeis mengatakan, Masyarakat Ekonomi ASEAN merupakan agenda integrasi ekonomi bagi negara-negara ASEAN yang bertujuan menghilangkan atau meminimalisasi hambatan-hambatan di dalam kegiatan ekonomi lintas kawasan, sehingga daya saing ASEAN meningkat, khususnya Indonesia.
Bagi Indonesia, keberadaan MEA menjadi babak awal dalam mengembangkan ekonomi di kawasan Asia Tenggara. “Di sisi lain MEA menjadi dua sisi mata uang bagi Indonesia, yakni menjadi kesempatan baik untuk meningkatkan mutu dan kuantitas produk serta sumberdaya insani (SDI) Indonesia kepada negara-negara lain dengan terbuka, dan hal lainnya dapat menjadi bumerang bila Indonesia tidak dapat memanfaatkannya dengan baik,” papar Musa.
Untuk itu, INAIS sebagai sebuah Intelectual Academic Institution yang menyediakan SDI yang siap bersaing dalam dunia kerja, menyikapinya melalui pembekalan ilmu teori dan terapan sehingga program MEA tidak menjadi faktor penghambat bagi pembangunan dalam arti luas. Di sisi lain, dalam perspektif ketenagakerjaan di tingkat MEA, hal ini merupakan kesempatan yang sangat besar bagi para pencari kerja di Indonesia, termasuk para alumni INAIS yang memiliki keahlian yang beragam. [Rusdiono Mukri]






















