Ponorogo, Gontornews — “Keluarlah dari konsumen pengetahuan dan berubahlah menjadi produsen pengetahuan,” pesan Al-Ustadz Hasib Amrullah, guru pembimbing di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) dalam Pembukaan “Workshop Tulis Menulis”, Rabu (9/9) di Aula Rabithah PMDG.
Ustadz Hasib menambahkan dalam ranah pengetahuan, menulis adalah puncak pengetahuan manusia, sedangkan dasarnya adalah mendengar, mendengar merupakan bentuk dasar dalam mendapatkan nutrisi pengetahuan.
“Kemampuan melihat dari membaca, kalau anda masih membaca dan mendengar berarti menjadi konsumen pengetahuan, mengonsumsi paling mudah adalah mendengar,” tambah Dosen Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor ini.
Ustadz Hasib menambahkan, dengan dilaksanakannya workshop ini, diharapkan para santri mampu mengetahui tingkatan dalam menulis.
“Level produksi tingkat pertama adalah dengan berbicara, anda akan tetap berbicara selama anda membaca dan mendengar, berbicara itu memproduksi pengetahuan, sedangkan menulis, menyaring apa yang sedang dipikirkan, menulis itu mengeluarkan pikiran dalam bentuk tulisan,” pesan Ustadz Hasib.
Kemudian dia melanjutkan, seorang penulis tidak harus menjadi penulis hebat, jadilah penulis yang mampu menyampaikan pikiran dengan baik.
“Jangan pernah bermimpi untuk menjadi penulis hebat, bermimpilah untuk mudah dalam menggambarkan pikiran, gambaranmu dalam berpikir itu tergantung pada bacaanmu,” jelas Pembimbing PKU UNIDA Gontor ini.
Menjadi penulis sama seperti menjadi pelukis, seorang pelukis yang baik adalah pelukis yang mampu menuangkan pikirannya dalam bentuk lukisan.
“Kalau anda masih melihat dan mencontoh lukisan atau tulisan maka dipertanyakan, apakah anda penulis/pelukis sejati atau bukan?” tanya dosen filsafat ini.
Sebelum menutup sambutannya, Ustadz Hasib menjelaskan rumus sederhana sebagai motivasi menulis.
“Jangan menulis sesuatu yang tidak ada manfaatnya, niatkan untuk menulis setiap hari, mulailah dari hal kecil terlebih dahulu. Tulis apa yang ada di pikiranmu dan di hatimu bukan yang lainnya, tulisalah apa yang dibicarakan dan bicaralah apa yang engkau tuliskan,” tutup Ustadz Hasib.


















