Kalianda, Gontornews — Pagelaran seni akbar The Absolute Panggung Gembira Impervious Generation Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Kampus 7 Kalianda, Lampung Selatan, sukses menghibur ribuan penonton pada Jumat (2/5/2026) malam. Selain menjadi kenangan yang tak terlupakan, acara yang diselenggarakan oleh siswa akhir KMI 2027 juga menjadi sarana pendidikan kreativitas dan tanggung jawab bagi mereka.
Panggung Gembira ini menjadi bukti kerja keras seluruh siswa KMI, khususnya siswa akhir KMI Impervious Generation selaku panitia kegiatan. Pilar panggung sebelah kiri yang roboh akibat hujan deras pada sore hari tidak menyurutkan semangat seluruh panitia.
Wakil Pengasuh PMDG Kampus 7 Kalianda, Lampung Selatan, Ustadz Hariyanto Abdul Jalal, menegaskan bahwa pagelaran acara Panggung Gembira merupakan ajang unjuk kreativitas santri. “Ini acara mereka untuk menunjukkan kreativitas mereka,” ujar Ustadz Hariyanto saat membuka Pagelaran Panggung Gembira Impervious Generation di Lapangan Gontor 7 Kalianda, Lampung.
Sejumlah acara yang ditampilkan melambangkan keberagaman Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika, mulai dari tari Aceh, tari Timur, campursari, hingga tari Sunda. Tidak hanya itu, pertunjukan kreativitas juga berlanjut dengan menghadirkan nuansa internasional dengan menampilkan tari Thailand, tari Arab, tari India, serta Mr. Sugoi (tari Jepang). Keberagaman penampilan budaya Nusantara bahkan sampai internasional menjadi simbol persatuan bangsa di tengah perbedaan.
Seluruh penampilan yang ditampilkan pada malam itu berhasil memukau para hadirin. Tata panggung yang megah, penampilan seni yang beragam, serta kekompakan seluruh panitia dan peserta membuat acara berlangsung dengan sangat meriah. Atas keberhasilan tersebut, wakil pengasuh memberikan apresiasi tinggi dengan penilaian 9,9 kepada seluruh panitia dan penampil.
“Dari keseluruhan penampilan, anak-anakku mendapatkan nilai 9,9. Adapun untuk mencapai nilai 10, kalian harus mengabdi pada tahun depan di Kampus 7 hingga menyelesaikan pendidikan S-1,” ucap Ustadz Hariyanto.
Melalui perhelatan ini para santri tidak hanya belajar mengenai seni pertunjukan, tetapi juga belajar disiplin waktu, tanggung jawab, kerjasama, kepemimpinan serta pengorbanan dalam menyukseskan sebuah acara besar.
Sebagai pembuka abad Kedua Gontor, Panggung Gembira diharapkan menjadi sarana pembentukan mental santri agar tetap mempertahankan Islam sebagai fondasi dan Iman sebagai acuan dalam kehidupan. [] Alif Muzadehawa/M Deny Irawan



















