New York, Gontornews — Pemerintah Yaman mengatakan kelompok militan Houthi memiliki perilaku ISIS dan Al-Qaeda dengan melakukan kejahatan dan pelanggaran hak asasi manusia. Menteri Luar Negeri Yaman, Ahmed Awad bin Mubarak, menyampaikan pernyataan resmi Yaman dalam Majelis Umum PBB, Senin (27/9/2021).
Mubarak menambahkan bahwa pemerintah telah banyak membuat konsensi demi perdamaian namun Houthi menolak semua inisiatif damai tersebut. ia mengatakan pemerintah yang sah mengulurkan tangannya untuk membangun perdamaian beberapa kali demi menyelamatkan kehancuran Yaman.
Peningkatan eskalasi Houthi di Marib memberikan gambaran yang jelas tentang niat milisi dan posisi mereka dalam perdamaian.
“Kami telah menerima semua inisiatif perdamaian di Yaman terutama inisiatif Saudi,” ungkap Ahmed Awad bin Mubarak sebagaimana dilansir Al-Arabiya.
Mubarak juga menekankan pentingnya penerapan aspek keamanan dan militer dari Perjanjian Riyadh. Ia dan pemerintah Yaman juga mengatakan bahwa pemerintahnya berkomitmen untuk semua resolusi Dewan Keamanan dan masyarakat internasional untuk menekankan Houthi dan sponsor mereka.
Saat ini, Mubarak menambahkan, Yaman telah berada dalam kondisi ekonomi yang sulit sejak kudeta Houthi serta ancaman kelaparan yang mengancam jutaan orang Yaman. [Mohamad Deny Irawan]





















