Khartoum, Gontornews — Polisi di Kota Omdurman, Sudan, menembakkan gas air mata kepada pemprotes cedera fatal seorang demonstran pekan lalu, kata saksi mata.
Demonstrasi pada hari Selasa (22/1) itu merupakan rangkaian demonstrasi yang mulai meletus lebih dari sebulan lalu. Merek memprotes rezim pemerintahan Presiden Omar al-Bashir yang sudah berkuasa selama tiga dekade.
Mereka meneriakkan yel-yel “gulingkan, gulingkan” dan “kebebasan, perdamaian dan keadilan”.
Seperti dikutip dari Aljazeera, dokter dari Asosiasi Profesional Sudan (SPA) mengatakan, satu pengunjuk rasa meninggal pada hari Senin karena luka yang diderita ketika demonstran bentrok dengan pasukan keamanan di Khartoum seminggu sebelumnya.
Protes juga terjadi di Universitas al-Wataniya.
“Gas air mata sekali lagi menembaki mahasiswa di dalam universitas,” kata Morgan dari Aljazeera.
“Tetapi orang-orang terus bertekad untuk turun ke jalan.”
Kelompok-kelompok hak asasi manusia mengatakan beberapa petugas medis termasuk di antara lebih dari 40 orang yang tewas dalam bentrokan dengan pasukan keamanan sejak protes meletus pada 19 Desember.
Sementara pihak berwenang mengatakan 26 orang telah tewas, termasuk setidaknya satu dokter. [Rusdiono Mukri]






















