Makassar, Gontornews — Proses evakuasi para korban terdampak banjir bandang di Kelurahan Pangkabinanga, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa berlangsung dramatis, Selasa petang (22/1). Tim gabungan yang diterjunkan ke lokasi langsung bergerak cepat dengan mengevakuasi warga.
Sejumlah warga sempat menyelamatkan diri ke tempat aman setelah banjir bandang menerjang. Umumnya, mereka bertahan di lantai dua dan atap rumah warga. Mereka berusaha menghindari derasnya aliran air yang menerjang seisi kelurahan.
Hujan deras disertai angin kencang membuat suasana evakuasi semakin mencekam. Anggota TNI tampak tergopoh-gopoh menyelamatkan para warga dari terjangan banjir bandang.
Korban yang didominasi balita dan perempuan renta dibopong keluar dari rumah-rumah. Mereka dibawa ke lokasi yang lebih aman.
Tim evakuasi gabungan menggunakan tali yang diikatkan ke tiang. Tali itu berfungsi untuk menahan tim evakuasi agar tetap berdiri. Memperkuat pijakan kaki dari derasnya terjangan air.
Seperti diberitakan Jawa Pos, di kelurahan Pallangga, terdapat sejumlah lokasi yang cukup terdampak parah. Bahkan ketinggian air mencapai kepala orang dewasa.
Lokasi lain yang terdampak antara lain di kawasan kompleks Perumahan Nusa Mappala Gowa. Di situ tim gabungan Basarnas, BPBD Sulsel, TNI-Polri juga sibuk mengevakuasi para korban yang sudah berjam-jam bertahan di atap rumah.
Ketinggian air terpantau menutupi pintu-pintu perumahan. Tim gabungan juga menyediakan perahu karet dan pelampung untuk kebutuhan evakuasi.
Belum ada laporan resmi berapa total korban yang terdampak banjir bandang. Juga belum diketahui apakah bencana tersebut menimbulkan korban jiwa atau tidak. [fathurroji]






















