Beirut, Gontornews — Pasca ledakan yang terjadi di Beirut, Ibu Kota Lebanon, Selasa (4/8) Kedutaan Besar Indonesia untuk Libanon mengeluarkan pernyataan bahwa sebanyak 1.447 WNI di negara itu dalam kondisi aman. Namun demikian, satu orang dikatakan masih di karantina di RS Rafiq Hariri, Beirut, yang tidak jauh dari lokasi ledakan terjadi.
“Berdasarkan pengecekan terakhir seluruh WNI dalam keadaan aman dan selamat,” jelas Hajriyanto Y Thohari, Dubes RI untuk Libanon dalam pernyataan persnya.
Hajriyanto juga menjelaskan, 1.447 WNI yang saat ini tinggal di Libanon, terdiri dari 1.234 Kontingen Garuda dan 213 merupakan WNI sipil termasuk keluarga KBRI dan mahasiswa.
Selain itu, KBRI telah melakukan upaya-upaya untuk memantau WNI yang berada di Libanon khususnya di Beirut, lokasi ledakan terjadi. Salah satunya dengan mengimbau para WNI melalui pesan singkat WAG untuk segera melapor jika berada dalam kondisi tidak aman.
“KBRI juga telah melakukan komunikasi dengan pihak Kepolisian dan meminta laporan segera apabila ada update mengenai WNI dan sepakat akan segera menyampaikan informasi kepada KBRI,” jelasnya.
Mengenai sumber ledakan, Hajriyanto menjelaskan bahwa ledakan yang berada di Port of Beirut yang berdekatan dengan Downtown Beirut sampai saat ini belum ada keterangan resmi. Hanya saja, ada analisi yang mengatakan jika ledakan terjadi di salah satu hangar besar yang menyimpan bahan-bahan rentan meledak yang disimpan di pelabuhan.
“Ada Informasi juga bahwa ledakan besar tersebut berasal dari bahan Sodium Nitrat dalam volume besar yang disimpan di Port.,” lanjutnya.
Sebelumnya dikabarkan bahwa dalam sebuah vidoe yang beredar, telah terjadi ledakan hebat, yang semburan ledakannya menghancurkan dan merusak properti dalam radius beberapa kilometer dari pusat ledakan. Sebanyak 87 orang tewas dan ribuan lainnya luka-luka.[Devi Lusianawati]





















