Teluk Guinea, Gontornews – Sebanyak 10 Pelaut asal Turki diculik dan disandera perompak bersenjata di Teluk Guinea, Nigeria, SeniN (15/7) malam. Penangkapan terjadi ketika kapal kargo Paksoy-1 berbendera Turki dalam perjalanan dari Kamerun ke Pantai Gading.
Dikutip lama Aljazeera, kapal milik perusahaan pelayaran Kadioglu Denizcilik berawakkan 18 orang, 10 diculik dan sisanya dibebaskan.
“Kapal kargo Paksoy-1 berbendera Turki naik di Teluk Guinea tanpa muatan di atas kapal,” kata Kadioglu.
Perusahaan pelayaran itu juga menjelaskan, informasi yang diterima bahwa tidak ada korban cedera maupun tewas. Upaya pembebasan secara aman terus dilakukan.
Biro Maritim Internasional (IMB) baru-baru ini menggambarkan Teluk Guinea sebagai daerah paling berbahaya di dunia. 73 persen penculikan laut dan 92 persen dari penyanderaan telah terjadi di daerah tersebut. Bajak laut biasanya mengambil pelaut untuk tebusan.
IMB juga telah mendata, sebanyak 27 awak kapal telah diculik Perompak bersenjata pertengahan tahun 2019. Sembilan kapal yang diserang dari seluruh dunia, delapan diantaranya terjadi di lepas pantai Nigeria.
Sedangkan, Pemerintah Nigeria telah melaporkan telah terjadi 14 serangan bajak laut pertengahan pertama 2019 , menurun jika dibandingkan dengan 22 pada periode yang sama pada 2018 lalu.
Selain itu, IMB juga melaporkan pada bulan April telah terjadi penurunan dikarenakan meningkatnya upaya angkatan laut Nigeria untuk secara aktif menanggapi insiden penangkapan dengan mengirimkan kapal patroli.
Sementara itu, juru bicara Partai AK Turki yang berkuasa, Omer Celik mengatakan kepada wartawan bahwa Kementerian Luar Negeri Turki bersama dengan Intelejen terus mengikuti perkembangan kasus penculikan para pelaut serta terus berupaya untuk melakukan pembebasan mereka. [Devi Lusianawati]





















