Punjab, Gontornews — Pemerintah Punjab, Senin (8/3), melaporkan 108 kematian warganya setelah mengonsumsi minuman keras oplosan. Angka kematian ini terjadi di tiga distrik yakni Tran Taran dengan 82 kematian, serta 13 kasus kematian masing-masing terjadi di Amritsar dan Batala.
Akibat kasus miras oplosan tersebut, pihak kepolisian telah mengamankan sekitar 37 orang yang diduga terkait dengan kasus ini.
“Polisi Punjab telah menangkap 12 orang tambahan pada Senin termasuk dua pengusaha miras oplosan tersebut. Saat ini, pihak kepolisian memburu pemilik bisnis cat Ludhiana yang diduga memasok tiga drum miras oplosan penyebab kematian masal,” ungkap keterangan dari kepolisian Punjab yang dilansir Anadolu.
“Dengan penangkapan tersangka baru, jumlah total tersangka yang berhasil ditangkap meningkat menjadi 37 orang. Itu sudah termasuk lima petinggi mafia minuman keras ilegal yang tersebar di sejumlah distrik negara bagian,” tambahnya.
Dalam penelusurannya, kepolisian Punjab mencurigai penggunaan spiritus, yang digunakan sebagai bahan campuran cat, dalam komposisi miras opolosan tersebut. Kecurigaan ini bermula setelah pihak kepolisian menyita cairan spiritus di dekat lokasi kejadian.
Kepala Menteri Punjab, Amarinder Singh, pun memerintahkan penyelidikan atas insiden ini. [Mohamad Deny Irawan]





















