Al-Azhar Mesir memasuki usianya yang ke-1081 tahun (hitungan kalender Hijriyah).
Al-Azhar menjadi pusat rujukan keilmuan dan keagamaan dunia.
Al-Azhar menjadi pusat peradaban dunia, mendidik dan mencetak tokoh-tokoh bangsa di dunia, ulama, akademisi dan orang-orang besar (penting) di berbagai penjuru dunia.
Dengan keabadian wakafnya, hingga saat ini Al-Azhar terus memberi peranan penting dan menentukan peradaban dunia.
Al-Azhar menjadi model dan rujukan Islam yang wasathy (moderat).
الأزهر، قبلة العلم في العالم.
الأزهر، المرجعية الإسلامية في العالم.
الأزهر، هو منارة الإسلام.
Hubungan Al-Azhar (Mesir) dengan Bangsa Indonesia hingga saat ini terjalin dengan erat dan pada level yang sangat luar biasa.
Kunjungan Grand Syaikh Al-Azhar Prof Dr Ahmad Thoyyib ke Indonesia pada tahun 2016 dan 2018 merupakan salah satu tanda kedekatan secara khusus hubungan Al-Azhar (Mesir) dengan Bangsa Indonesia. Hal tersebut beliau (Grand Syaikh) sampaikan; bahwa sejatinya sangat sulit bagi saya (Grand Syaikh) berkunjung ke negara lebih dari 1 kali, apalagi dalam kurun waktu yang berdekatan.
Syaikhul Azhar sangat perhatian dengan mahasiswa asing khususnya dari Indonesia, sehingga dijuluki sebagai “Abul Wafidin”.
Mesir merupakan negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945.
Selamat, 1081 tahun, Al-Azhar terus memberi kepada dunia. [] @anizar





















