Ankara, Gontornews — Sebanyak 12 ribu tenaga kesehatan (Nakes) baru diangkat oleh Pemerintah Turki untuk menangani pandemi Covid 19 di negara itu. Belasan ribu Nakes yang baru diangkat tersebut yaitu 7.000 perawat, 1.700 bidan, dan 2.864 ahli kesehatan di 14 bidang berbeda.
Dalam akun Twitter pribadi, Menteri Kesehatan Turki Fahrettin Koca mengatakan bahwa penambahan Nakes bertujuan untuk meringankan pekerjaan instansinya dalam menangani pandemi di masa mendatang.
“Ini dilakukan untuk meringankan pekerjaan kami di masa mendatang,” jelasnya seperti dilansir Media Nasional Turki, Anadolu Agency.
Media itu juga menjelaskan jika Pemerintah Turki, pada minggu ini akan memberlakukan jam malam parsial mulai pukul 20.00 hingga 10.00 waktu setempat.
Hingga Senin (23/11), Turki melaporkan 6.713 kasus Covid-19 baru. Total kasus Covid-19 di negara itu kini mencapai 453.535, termasuk 12.511 kematian dan 377.891 pasien sembuh, dan sejauh ini negara Ottoman itu telah melakukan lebih dari 17,4 juta tes Covid-19.
Vaksin Buatan Turki
Selain menambah jumlah Nakes, untuk menangani Pandemi Covid-19, Turki juga membuat Vaksin Covid-19 lokal yang saat ini sudah akan fase ke-2.
Pada percobaan di fase pertama, vaksin yang dibuat di Universitas Erciyes di Provinsi Kayseri, dinyatakan aman dan tidak memiliki efek samping. Untuk itu, akan dilakukan percobaan untuk fase 2.
“Tes pada vaksin virus korona buatan Turki berjalan lancar, tidak ada efek samping yang dirasakan para sukarelawan terkait vaksin,” kata Mustafa Calis, Rektor Universitas Erciyes.
Ia juga menambahkan, jika sampai hari ini, Selasa (24/11), sebanyak 44 relawan yang telahΒ disuntikkan vaksin dan tidak ada dari mereka yang memiliki efek samping, yang sangat penting untuk uji klinis fase 1.
“Tak ada masalah keamanan dalam percobaan fase 1 memungkinkan fase 2 dapat segera dimulai,” tambah dia.
Calis juga mengatakan, pusat penelitian universitasnya adalah satu-satunya di Turki yang melakukan uji coba vaksin yang diperiksa secara internasional dan dia berharap pihaknya dapat menyelesaikan semua tahapan secepat mungkin untuk mendapatkan vaksin lokal.
Sementara itu, Menteri Kesehatan Turki Fahrettin Koca menyambut keberhasilan vaksin Turki. Di akun Twitternya ia mengatakan ada 15 calon vaksin lagi, yang akan diumumkan sebagai kabar baik.[Devi]




















