Kyiv, Gontornews — Sebuah rudal yang menghantam sebuah gedung apartemen di kota timur Ukraina, Dnipro, pada hari Sabtu (14/1) sejauh ini telah menewaskan 30 orang. Sekitar 40 orang lainnya masih belum ditemukan, Gubernur Dnipropetrovsk Valentyn Reznichenko mengatakan pada hari Ahad (15/1).
Reznichenko mengatakan di akun Telegramnya bahwa operasi pencarian, yang berlangsung selama lebih dari 24 jam, telah melibatkan 550 orang. Mereka termasuk penyelamat, petugas polisi, dokter dan relawan.
Pada hari Ahad, seorang wanita berusia 27 tahun ditarik keluar dari bawah reruntuhan. Dia menderita hipotermia parah dan dibawa ke unit perawatan intensif rumah sakit untuk perawatan, kata Reznichenko dikutip dw.com.
Gubernur menambahkan bahwa 39 penghuni gedung yang terkena dampak berhasil diselamatkan. Dari 73 orang yang terluka, 30 orang dirawat di rumah sakit, termasuk 12 orang dengan luka serius.
Lebih dari 70 apartemen hancur akibat serangan yang dilakukan Rusia menggunakan rudal Kh-22, kata angkatan bersenjata Ukraina. Rudal tersebut diketahui tidak akurat dan pasukan Ukraina tidak memiliki pertahanan udara yang diperlukan untuk menembak jatuh.
Relawan melaporkan mendengar teriakan orang-orang di bawah tumpukan puing dari gedung. Suhu beku, yaitu sekitar 1 derajat Celcius (33 derajat Fahrenheit), menjadi kendala dalam proses evakuasi korban.
“Peluang untuk menyelamatkan orang sekarang sangat kecil,” kata Walikota Dnipro Borys Filatov kepada kantor berita Reuters. “Kurasa jumlah yang mati akan mencapai puluhan.”
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada hari Ahad mengutuk Rusia ketika jumlah korban serangan rudal di blok apartemen di kota Dnipro meningkat.
Zelenskyy mengatakan dalam pidato malamnya bahwa Ukraina telah menerima pesan simpati dari seluruh dunia. Dengan menggunakan bahasa Rusia dia menyebutkan bahwa dia ingin berbicara kepada orang-orang Rusia itu “yang sekarang tidak dapat mengucapkan sepatah kata pun kecaman atas teror ini.
“Keheninganmu yang pengecut, upayamu untuk ‘menunggu’ apa yang terjadi, hanya akan berakhir dengan fakta bahwa suatu hari teroris yang sama akan datang untukmu,” kata Zelensky.
Sebelumnya pada hari Ahad, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan dalam sebuah posting Telegram bahwa yang tewas termasuk satu anak, dan orang 13 lainnya terluka.
“Belasungkawa saya kepada semua keluarga dan teman-teman para korban,” tulisnya.
Pada hari Sabtu, Rusia juga melakukan serangan di kota Odesa, kota Kharkiv dan kota Lviv, di samping ibukota, Kyiv. Serangan itu merusak infrastruktur sipil termasuk instalasi listrik dan merupakan serangan rudal besar pertama di tahun baru, kata kantor berita DPA Jerman.[]






















