Brussel, Gontornews — Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengharapkan sekutu Barat segera memasok Ukraina dengan persenjataan berat, katanya kepada harian Jerman, Ahad (15/1).
Wawancara Stoltenberg datang satu hari setelah Inggris mengumumkan akan memasok Ukraina dengan tank dan sistem artileri, yang telah lama diminta Ukraina. Hal ini menjadikan Inggris sebagai negara pertama yang menjanjikan dukungan dengan tank tempur ke Kyiv.
Sejak itu tekanan kepada Berlin meningkat agar Jerman mengikuti langkah Inggris itu.
Ketika ditanya apakah dia yakin Jerman juga harus menawarkan langkah serupa, Stoltenberg mengatakan kepada surat kabar bisnis Handelsblatt bahwa “penting bagi kami untuk menyediakan senjata yang dibutuhkan Ukraina untuk menang” selama apa yang dia gambarkan sebagai “fase perang yang menentukan.”
Sebelumnya pada hari Ahad, Duta Besar Ukraina di Berlin, Oleksii Makeiev, mendesak pemerintah Jerman untuk segera menyediakan tank tempur Leopard 2 untuk negaranya.
“Senjata Jerman, tank Jerman sangat penting untuk bertahan hidup,” katanya kepada kantor berita dpa Jerman. “Kami memiliki sedikit waktu untuk berdiskusi. Dan kami berharap sekutu kami memahami itu dan bertindak dengan tepat.”
Seruan Makeiev juga datang hanya beberapa hari sebelum pertemuan menteri pertahanan dari sekutu Barat Ukraina di pangkalan udara Ramstein AS di Jerman untuk membahas dukungan militer lebih lanjut untuk perang melawan Rusia.
Polandia dan Finlandia juga siap memasok tank Leopard 2 buatan Jerman sebagai bagian dari aliansi Eropa.
Seorang jurubicara pemerintah Jerman, mengatakan pada hari Jumat bahwa pihaknya belum menerima permintaan resmi dari negara-negara tersebut untuk mengekspor tank ke Ukraina. Mereka memerlukan izin Jerman atau berisiko melanggar aturan ekspor ulang.
Sementara itu, pembuat senjata Jerman Rheinmetall mengatakan kepada surat kabar Bild am Sonntag bahwa pengiriman tank tempur Leopard yang diperbarui dari stoknya paling cepat tahun 2024, “bahkan jika keputusan dibuat besok.” []






















