Tunis, Gontornews — Pemerintah Tunisia, Kamis (27/07/2023), melaporkan lebih dari 900 migran tenggelam di lepas pantai Tunisia sepanjang tahun 2023. Ratusan migran tersebut tewas di laut dalam perjalanan menuju Eropa dengan menggunakan perahu melewati Laut Mediterania.
Persatuan Bangsa-bangsa (PBB) menyatakan rasa keprihatinannya terhadap keselamatan ratusan migran yang terdampar di Tunisia.
Secara terperici, Kementerian Dalam Negeri Tunisia melaporkan 901 mayat terdampar di pantai pada 20 Juli 2023 menyusul kecelakaan laut di perairan Mediterania.
Sebagai informasi, Tunisia merupakan pintu gerbang utama bagi para migran gelap dan pencari suaka melalui jalur laut. Mayoritas para migran gelap berjuang menyeberangi laut berbahaya dengan perahu reyot seraya berharap mendapatkan kehidupan yang lebih baik di Eropa.
Juru bicara Garda Nasional Tunisia, Houcem Eddine Jebabli melaporkan, hampir 800 migran ewas pada akhir Juni. Sementara itu, mereka juga berhasil menyelamatkan lebih dari 34.000 migran dengan mencegat sebelum melakukan perjalanan laut berbahaya. Umumnya, para migran gelap berasal dari wilayah Afrika sub-Sahara.
Kementerian juga menjelaskan, unit penjaga pantai telah melakukan lebih dari 1.300 operasi laut sepanjang tahun lalu. Channel News Asia melansir dari AFP, otoritas keamanan Tunisia juga telah menangkap lebih dari 550 penyelenggara sekaligus perantara operasi perdagangan manusia sepanjang tahun 2023.
Sementara itu, Pemerintah Italia memaparkan ada lebih dari 80.000 orang yang menyeberangi Laut Mediterania dan tiba di perairan negeri Pizza tersebut. Sebagian besar migran berasal dari Tunisia dan Libya yang saat ini dilanda perang.
Badan Migrasi PBB, Internasional Organization of Migration (IOM), menjelaskan Mediterania tengah telah menjadi rute migrasi paling mematikan di dunia. Wilayah tersebut telah merenggut lebih dari 20.000 nyawa sejak tahun 2014. Selain itu, pilihan untuk perjalanan Afrika ke Eropa melalui Mediterania tengah adalah karena jarak antara kota Sfax di Tunisia dengan Pulau Lampedusa Italia hanya 130 km saja. [Mohamad Deny Irawan]


















