Dhaka, Gontornews — Lebih dari seratus ribu orang berkumpul di pemakaman seorang ulama Bangladesh yang terkenal pada hari Sabtu (18/4). Mereka melanggar penutupan yang pemerintah negara Asia Selatan tetapkan untuk mencegah ancaman pandemi coronavirus.
Pemakaman Maulana Zubayer Ahmed Ansari berlangsung di Sarail Upazila distrik Brahmanbaria, sekitar 100 kilometer dari ibukota Dhaka. Ansari, seorang pemimpin partai politik Islam Khelafat Majlish, meninggal pada Jumat malam dalam usia 59 tahun.
Dalam sebuah wawancara dengan Aljazeera, perwira yang bertanggung jawab atas kantor polisi Sarail, Shahadat Hossain Titu mengatakan, “Kami tidak bisa mengendalikan kerumunan. Lebih dari satu lakh [seratus ribu] orang berkumpul di lokasi Jamia Rahmania Madrasa yang didirikan oleh almarhum Maulana Ansari.”
“Kerumunan pemakaman meluas ke jalan raya Dhaka-Sylhet di dekatnya,” kata Titu, “Bahkan orang-orang dari ibukota Dhaka datang untuk menghadiri pemakaman.”
Seperti bagian-bagian lain di Bangladesh, distrik Brahmanbaria juga dikunci sejak 26 Maret hingga 25 April. Pada hari Kamis lalu, pemerintah Bangladesh menyatakan seluruh negara berisiko pandemi coronavirus.
Hingga Sabtu, Bangladesh memiliki 2.144 kasus COVID-19 yang dikonfirmasi dengan 84 kematian. Mahbub Kabir Milon, sekretaris pemerintah Bangladesh menyebut pertemuan itu “menghancurkan”. []
![Pemakaman dihadiri oleh ribuan orang di Brahmanbaria, Bangladesh [Tareq Ahmed / Al Jazeera]](https://i0.wp.com/gontornews.com/wp-content/uploads/2020/04/bangladesh.jpg?resize=750%2C375&ssl=1)



















