Bandung, Gontornews — Wabah virus Covid-19 memaksa kita untuk mulai WFH (Work From Home). Selain bekerja, kita pun berkesempatan besar untuk membersamai anak belajar dari rumah dan jangan lupa menanamkan aqidah Islamiyah di rumah.
Caranya dengan mengajak anak meningkatkan kualitas ibadahnya. Kenapa ibadah penting ditingkatkan sejak kecil? Karena hasilnya akan menentukan kesuksesan hidup anak di masa dewasa. βBukan hanya akhirat saja lho, tetapi juga di dunia,β terang Kak Eka Wardhana, pemateri parenting.
β…Barangsiapa bertakwa kepada Allah SWT niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya. Dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah SWT, niscaya Allah SWT akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah SWT melaksanakan urusan-Nya. Sungguh Allah SWT telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu.β (QS At-Talaq: 2-3).
Rasulullah SAW juga bersabda, βSesungguhnya Allah berfirman, βWahai anak Adam, sibukkanlah untuk beribadah kepada-Ku, niscaya akan Aku penuhi dadamu dengan kekayaan dan Aku tutup kefakiranmu. Jika tidak kamu lakukan niscaya akan Aku penuhi pada kedua tanganmu kesibukan dan tidak Aku tutup kefakiranmu.β (HR Ahmad).
Jadi, orang yang ibadahnya berkualitas akan dilapangkan rezeki, ditutupi kefakirannya, dicukupi keperluannya, diurusi Allah SWT segala urusannya, dan dipenuhi dadanya dengan kekayaan. βNah, apalagi namanya hal ini kalau bukan sukses dunia dan akhirat?,β tambah Kak Eka kepada Gontornews.com, dalam whatsapp group yang dikelola Rumah Pensil Publisher.
Berikut empat tahap awal untuk meningkatkan kualitas ibadah anak di rumah:
Pertama, meningkatkan keikhlasan dan memperbaiki niat anak.
Kedua, mengerjakan ibadah harus sesuai contoh dan tuntunan Rasulullah SAW.
Ketiga, memprioritaskan peningkatan amalan wajib baru sunnah.
Keempat, mengerjakan satu amal shalih secara terus-menerus.
βMasih ada hal lainnya, tetapi sebagai langkah awal, empat hal di atas sudah sangat memadai, in syaa Allah,β pungkas Kak Eka, penulis buku anak dan pendongeng. [Edithya Miranti]






















