pesanan-majalah-edisi-khusus
28 °c
Pecenongan
Sun
Mon
Sunday, 30 August, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Laput

Solusi Maksimalkan Keshalihan Sosial Umat

Oleh Edithya Miranti

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
19 April 2020
in Laput
0
foto: elsi peduli

Tujuan penciptaan manusia di muka bumi yaitu untuk beribadah kepada Allah SWT. Jika tujuan itu diabaikan, maka dapat dipastikan kerusakan demi kerusakan akan mudah menggerogoti kehidupan manusia, baik lahir maupun batin.

Selain, harus menjalin kedekatan kepada Sang Khalik, Islam juga mengajarkan umatnya untuk tidak lalai dalam menjalin kedekatan dengan para makhluk ciptaan-Nya. Karenanya, dalam berinteraksi sosial dengan sesama, diperintahkan kepada Muslimin agar selalu mengingat Allah SWT dan melakukan tugas serta kewajiban sebagai khalifah hanya karena Allah SWT. Sehingga setiap langkahnya mampu menjadi ladang dakwah guna meraih ridha Allah SWT semata. Namun, belakangan ini keshalihan sosial umat Islam terasa sulit ditemukan.

Betapa semua kegiatan yang seharusnya dikerjakan umat Muslim itu bisa bernilai ibadah, justru sering ternodai dengan pertikaian dan perselisihan akibat kurangnya pemahaman dan penanaman nilai-nilai agama. Padahal saat Ramadhan tiba, ritual ibadah kaum Muslimin sangat tinggi. Namun mengapa hal itu belum berdampak besar pada perilaku sebagian besar umat, tepatnya ketika Ramadhan telah usai.

Sebut saja beberapa perilaku buruk umat yang banyak disoroti saat ini, di antaranya terkait maraknya aksi kejahatan, bullying, kemeriahan umat Muslim saat merayakan Tahun Baru Masehi, perkelahian hanya karena beda klub yang dijagokan, juga penyalahgunaan media sosial sebagai ajang mengolok-olok sesama.

BACA JUGA

Jejak Pengusaha Alumni Gontor: Dari Dunia Usaha ke Pendidikan

Menghidupkan Kembali Budaya Baca

Guru Berperan Menanamkan Adab

Menjaga Fitrah dan Istiqamah Pasca-Ramadhan

Perintah Menjaga Lingkungan Hidup

Orientasi ajaran Islam yaitu pembentukan dan pembinaan akhlak seluruh umat manusia. Dari sinilah, maka akhlak dapat dijadikan sebagai tolok ukur akan tingkat keimanan seorang Muslim. Terutama ketika akhlak tersebut direpresentasikan dalam hidup keseharian.

Kata akhlak merupakan bentuk jamak dari kata al-khuluq, atau al-khulq, yang secara etimologis bisa berarti tabiat, budi pekerti, kebiasaan, adat. Akhlak menempati posisi yang sangat penting dalam Islam. Sehingga setiap aspek dari ajaran agama ini selalu berorientasi pada pembentukan dan pembinaan akhlak yang mulia, yang disebut akhlaqul karimah. Hal ini antara lain tercantum dalam hadis Rasulullah SAW, β€œSesungguhnya saya diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” (HR Ahmad, Baihaki, dan Malik). Pada riwayat lain Rasulullah SAW bersabda, β€œMukmin yang paling sempurna akhlaknya adalah orang yang paling baik akhlaknya.” (HR Tirmizi).

β€œMinimnya keshalihan sosial umat dalam berperilaku sehari-hari, bisa diakibatkan karena masih kacaunya timbangan prioritas umat Muslim dalam beribadah,” terang Ustadzah Siti Majidah Lc MA, pengisi Kajian Lentera Rohani Redjobuntung FM.

Apalagi terkait penyalahgunaan media sosial, solusinya perlu ditumbuhkan tingkat literasi di masyarakat. Caranya dengan mengoptimalkan peran berbagai stakeholder, seperti pemerintah dan lembaga pendidikan. Sebagai contoh yakni dengan memasukkan materi tentang penggunaaan media yang baik ke dalam mata pelajaran agama, bekerjasama dengan para pemuka agama untuk menyiarkan konten-konten dakwah yang lebih menyejukkan, dan memperbanyak konten berisi edukasi bagi pengguna internet.

Kepada Majalah Gontor, Majidah juga menekankan perlunya gerakan untuk menyadarkan umat Muslim akan prioritas dalam berjuang atau beribadah seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW.

Selain itu, diperlukan pula gagasan mendekatkan ruang privat agama ke dalam realitas sosial masyarakat. Salah satunya dengan membumikan nilai-nilai agama secara holistik. Terutama yang berkaitan dengan hal-hal yang berdimensi sosial yaitu relasi individu dengan individu, masyarakat dengan negara atau sebaliknya.

Lemahnya tarbiyah

Sementara itu Ketua Umum HASMI (Himpunan Ahlussunnah untuk Masyarakat Islami), Ustadz Dr M Sarbini MHI, menuturkan, lemahnya keshalihan sosial umat karena lemahnya tarbiyah. Tepatnya lemahnya pendidikan aplikatif islami. Kesemarakan dakwah, misalnya, tidak berlanjut kepada tarbiyah. β€œDakwah kita akhirnya berhenti hanya pada maraknya ceramah dan kajian, tidak berlanjut kepada pembentukan pemahaman dan amal dalam tubuh masyarakat,” paparnya.

Lihatlah bagaimana dahulu Rasulullah SAW menarbiyah para sahabatnya setelah didakwahkan. Mereka semua diikutsertakan dalam setiap peristiwa kehidupan. Semua itu tergambar dalam asbabun nuzul ayat-ayat al-Qur’anil Karim, seperti dalam QS al-Fath ayat 29.

β€œKetika dakwah kita hanya lipstik, lisan, buku, tidak sampai ke amal dan aktivitas islami masyarakat, maka terjadilah kontrasisasi antara aksesoris islami dengan realitas islami,” jelas Ustadz Sarbini, pengisi Radio FAJRI FM.

Selain itu, lanjutnya, adanya pihak luar yang menekan dan menghambat tarbiyah umat. Baik dijalankan oleh orang-orang yang ada di dalam negeri, maupun pihak luar melalui produk-produk pemikiran, kebijakan, atau seni sosial masyarakat yang dipaksakan kepada Muslimin. Maka, solusinya menarbiyah semua komponen masyarakat Muslim di semua fase.

β€œTarbiyah itu membutuhkan pemahaman yang benar dan komprehensif tentang Islam Sunni, sarana dan prasarana pendukung, para murobbi yang jujur dan serius, serta lingkungan islami yang kondusif,” terang Ustadz Sarbini.

Menurutnya, pembentukan kader-kader yang memahami kemurnian Islam yang komprehensif dan realita yang dihadapi masyarakat saat ini merupakan keniscayaan yang sangat darurat. Lalu pentingnya mengaktifasi masyarakat untuk ikut serta dalam proses tarbiyah sesuai kemampuan dan sumberdaya yang dimilikinya.

β€œDalam hal ini, kejujuran, keikhlasan, kesabaran, serta ketabahan semua yang terlibat dalam tarbiyah harus terus ditanamkan,” ujar doktor lulusan Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor itu.

Siti Majidah, lantas menambahkan, keshalihan sosial juga bisa tumbuh dari pelaksanaan ibadah individu yang baik. Dalam beribadah mahdoh, mesti dipahami subtansi dari ibadah tersebut. Seperti shalat, misalnya, subtansinya mencegah perbuatan keji dan mungkar. Jadi bukan hanya sebatas ritual menggugurkan kewajiban saja. Di sinilah peran para tokoh agama Islam untuk memahamkan hakikat dari sebuah ibadah.

β€œIbadah tidak hanya dinilai dari aspek ritualitasnya saja, namun juga esensi dari setiap rangkaian ibadah tersebut,” jelas Majidah, dosen Studi Islam dan Bahasa Arab, Fakultas Agama Islam, Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta.

Nah, memasuki bulan Ramadhan, perlu adanya pemahaman ulang tentang makna Ramadhan yang merupakan manifestasi dari tindakan sosial. Ibadah puasa Ramadhan sangat berkaitan erat dengan dimensi ibadah, ekonomi, kesehatan, dan sosial. Dimensi sosial ibadah Ramadhan meningkatkan kepedulian sosial kepada kaum dhuafa, fakir miskin, dan golongan lemah lainnya.

Pada bulan Ramadhan, semua umat Islam dibina secara komprehensif untuk ditarbiyah islami. Bukan hanya sisi ruhani pribadi, tapi juga ruhani umat secara sosial. β€œUntuk itu, jalankan tarbiyah Ramadhan dengan penuh iman dan ikhlas,” tambah Sarbini.

Jalani puasa dan ibadah pribadi lain dengan iman dan ikhlas, seperti qiyamullail (shalat malam), qiroatul qur’an, dan lainnya. Begitu juga ibadah sosial harus dijalankan dengan iman dan ikhlas, seperti shadaqah, zakat fitrah,Β  dan shalat berjamaah.

β€œAktivitas itu harus berlanjut di bulan-bulan sesudah Ramadhan, agar momen Ramadhan yang besar ini bisa menjadi langkah awal menuju tarbiyah yang hakiki secara ummatan,” pungkasnya. []

Tags: AkhlakKeshalihan sosial
Share44Tweet28Send
Previous Post

Satgas Covid-19 MUI: Indonesia Berdoa Memohon Selamat dari Corona

Next Post

Tunjangan Guru Madrasah Non PNS Tetap Dibayarkan

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Santri Gontor Kampus 2 Terpapar Covid-19 Pulih dengan Cepat. Apa Faktornya?

Qismul Amn dan Pembicaraan yang Tiada Henti

24 August 2026
Sujud Syukur dan Laporan Pertanggungjawaban Menutup Rangkaian Ujian Tulis Al-Imtinan Putri

Sujud Syukur dan Laporan Pertanggungjawaban Menutup Rangkaian Ujian Tulis Al-Imtinan Putri

23 August 2026
Ketika Rhoma Irama ‘Hadir’ di Gontor

Ketika Rhoma Irama ‘Hadir’ di Gontor

29 August 2026
Torehkan Prestasi, Pesantren Madinatul Qur’an Depok Sukses Cetak 121 Hafizh Qur’an

Torehkan Prestasi, Pesantren Madinatul Qur’an Depok Sukses Cetak 121 Hafizh Qur’an

29 August 2026
Ketika Guru Turun Arena, HKS SDIT Insantama Leuwiliang Jadi Luar Biasa!

Ketika Guru Turun Arena, HKS SDIT Insantama Leuwiliang Jadi Luar Biasa!

24 August 2026
Tahun Ajaran 2025–2026 Tujuh Santri Pesantren Madinatul Qur’an Khatam 30 Juz

Tahun Ajaran 2025–2026 Tujuh Santri Pesantren Madinatul Qur’an Khatam 30 Juz

0
Torehkan Prestasi, Pesantren Madinatul Qur’an Depok Sukses Cetak 121 Hafizh Qur’an

Torehkan Prestasi, Pesantren Madinatul Qur’an Depok Sukses Cetak 121 Hafizh Qur’an

0
Ketika Rhoma Irama ‘Hadir’ di Gontor

Ketika Rhoma Irama ‘Hadir’ di Gontor

0
IKPM Gontor Sumatera Utara Gelar Pelepasan Bendera 100 Tahun Gontor di Danau Toba

IKPM Gontor Sumatera Utara Gelar Pelepasan Bendera 100 Tahun Gontor di Danau Toba

0
Human Initiative Gerak Cepat Bantu Korban Gempa Bumi di NTT

Human Initiative Gerak Cepat Bantu Korban Gempa Bumi di NTT

0
Tahun Ajaran 2025–2026 Tujuh Santri Pesantren Madinatul Qur’an Khatam 30 Juz

Tahun Ajaran 2025–2026 Tujuh Santri Pesantren Madinatul Qur’an Khatam 30 Juz

29 August 2026
IKPM Gontor Sumatera Utara Gelar Pelepasan Bendera 100 Tahun Gontor di Danau Toba

IKPM Gontor Sumatera Utara Gelar Pelepasan Bendera 100 Tahun Gontor di Danau Toba

29 August 2026
Ketika Rhoma Irama ‘Hadir’ di Gontor

Ketika Rhoma Irama ‘Hadir’ di Gontor

29 August 2026
Torehkan Prestasi, Pesantren Madinatul Qur’an Depok Sukses Cetak 121 Hafizh Qur’an

Torehkan Prestasi, Pesantren Madinatul Qur’an Depok Sukses Cetak 121 Hafizh Qur’an

29 August 2026
Human Initiative Gerak Cepat Bantu Korban Gempa Bumi di NTT

Human Initiative Gerak Cepat Bantu Korban Gempa Bumi di NTT

29 August 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor
  • Global Islamic Holistic Education Summit.
Lokasi : Hotel Borobudur Jakarta, Indonesia
Tanggal : 5 - 6 September 2026Akhir Pendaftaran : 27 Agustus 2026Dalam rangka Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, kami mengundang Bapak/Ibu untuk berpartisipasi dalam Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) 2026.GIHES 2026 merupakan forum Internasional yang mempertemukan pimpinan pesantren, lembaga pendidikan Islam, akademisi, pembuat kebijakan, dan tokoh pendidikan untuk berbagi perspektif, membahas tantangan strategis, serta membangun sinergi dan kolaborasi bagi kemajuan pendidikan dan generasi mendatang.#gontornews #majalahgontor #gihes
  • Dari Los Angeles, California, Amerika Serikat, tepatnya di Hollywood Sign dengan jarak kurang lebih 14.000 kilometer dari pondok Modern Darussalam Gontor. Doa-doa kebaikan disampaikan kepada Pondok Modern Darussalam Gontor dan Keluarga Besar Gontor.#majalahgontor #gontornews #100tahungontor #gontorponorogo
  • Yang di Wakafkan Pondok Ini Bukan Harta Bendanya Saja, Bukan Gedungnya Saja, Bukan Tanahnya Saja, Tetapi Nilai-Nilai Yang Ada di Pondok Ini, Ide Yang Ada di Pondok Ini, Sistem Yang Ada di Pondok Ini Adalah Wakaf Bagi Kita Semua.KH Hasan Abdullah Sahal Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor.#gontornews #majalahgontor #gontor #pondokmoderngontor #gontorponorogo
  • Repost from @hilabiyus Keluarga Besar Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah, Arab Saudi, mengucapkan:Selamat dan Sukses atas Peringatan Satu Abad (100 Tahun) Pondok Modern Darussalam Gontor (1926–2026).Apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi dan kontribusi tanpa henti Gontor dalam mencetak generasi emas Islam yang berakhlak mulia, berwawasan global, dan bergerak sebagai perekat umat. Semoga momentum satu abad ini semakin mengokohkan peran Gontor dalam syiar pendidikan Islam yang moderat, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di kancah internasional, termasuk melahirkan alumni-alumni unggul yang berkiprah di wilayah Arab Saudi dan Timur Tengah."Gontor Membawa Nilai Islam, Menginspirasi Dunia."#gontor #gontor.putra #majalahgontor #gontornews
  • Lebih baik kamu menangis karena berpisah sementara dengan anakmu, karena menuntut ilmu agama dari pada kamu nanti "yen wes tuwo nangis karena anak-anak mu lalai urusan akhirat.. kakean mikir ndunyo, rebutan bondo, pamer rupo..lali surgo."Kiai Hasan Abdullah Sahal
Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor
  • Edisi September yang akan datang.
Liputan Khusus :
1. Peta sebaran Pondok Alumni Gontor di Indonesia
2. Prospek dan Tantangan Pondok Alumni-Muadalah
3. KH Hasan Abdullah Sahal: Gontor Sebagai Inspirator Pondok Modern Yang Bersatu
4. Kipran Pondok Pesantren Alumni Gontor di Mancanegarapesan sekarang!
  • KOLEKSI EDISI KHUSUS 100 TAHUN GONTORTiga edisi istimewa telah hadir!
πŸ“– Juli 2026 – Seabad Mendidik Bangsa
πŸ“– Agustus 2026 – UNIDA Gontor Mendunia
πŸ“– September 2026 – Satu Abad, Seribu GontorJadikan ketiganya sebagai koleksi sejarah 100 Tahun Gontor di perpustakaan AndaπŸ›’ Segera pesan sebelum kehabisan!
πŸ”— https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor #100tahungontor #gontor100tahun #gontornews

Β© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
β–²
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result