Madrid, Gontornews — Pemerintah Spanyol, Selasa (21/4) melaporkan 430 kematian akibat COVID-19. Akibatnya, festival pelepasan banteng liar, San Fermin, di Kota Plampona yang sedianya diadakan setiap tanggal 7-14 Juli dibatalkan.
Meski demikian, sejumlah pejabat mengatakan bahwa sekalipun masih tinggi, angka kematian akibat COVID-19 di Spanyol menunjukkan tren menurun.
Dalam 24 jam terakhir, 430 kematian yang terkonfirmasi Selasa menjadikan korban tewas akibat COVID-19 di Spanyol mencapai 21.282 kasus. Sementara korban infeksi virus asal Wuhan ini mencapai 204.178 orang.
Koordinator kedaruratan kesehatan Spanyol, Fernando Simon, mengatakan angka kematian yang terkonfirmasi masih mengkhawatirkan. Meskipun tren angka kematian secara jelas menunjukkan tren penurunan.
Pemerintah lantas merespon tren penurunan ini dengan melakukan pelonggaran terhadap penguncian wilayah. Pelonggaran tersebut memungkinkan sejumlah aktifitas bisnis yang memungkinkan sejumlah pekerja kembali beraktifitas.
Selain itu, penguncian wilayah akibat COVID-19 di Spanyol pun menyebabkan festival pelepasan banteng liar, San Femina, di Kota Plampona ditutup. Meski populasi warga di Plampona hanya 220.000 jiwa, festival San Femina mampu menarik hingga lebih dari satu juga wisatawan.
βSeperti yang diharapkan, pembatalan ini membuat kami sangat sedih,β kata Walikota Plampona, Ana Elizalde, sebagaimana dilansir Reuters.
Ana dan warga Plampona berhak bersedih karena pembatalan ini adalah yang pertama kalinya terjadi sejak festival ini dilaksanakan pada 1978.
Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, mengatakan ia tengah menunggu persetujuan parleman unutk memperpanjang masa penguncian hingga 9 Mei.
Meski demikian, PM Sanchez mempertimbangkan pembukaan jalan bagi anak-anak dan warga untuk melakukan olahraga seperti joging atau bersepeda. Namun, masa bermain bagi anak-anak dengan tetangga mereka masih dibatasi untuk beberapa waktu mendatang. [Mohamad Deny Irawan]





















