Tokyo, Gontornews — Pemerintah Jepang mengonfirmasi 48 kru kapal pesiar asal Italia positif COVID-19, Kamis (24/3). Sebuah kapal pesiar asal Italia terpaksa bersandar ke Nagasaki untuk melakukan perbaikan. Tak ayal, temuan ini meningkatkan kekhawatiran tentang tekanan pada rumah sakit jika kondisinya memburuk.
Dalam pemeriksaan yang dilakukan pejabat Nagasaki, 14 penumpang yang positif COVID-19 berprofesi sebagai koki. Seorang pasien terpaksa dibawa ke rumah sakit karena kondisinya mengkhawatirkan. Setibanya di rumah sakit, pasien diberikan bantuan ventilator.
Kasus kapal pesiar Costa Atlantica terindikasi COVID-19 datang setelah kapal pesiar Diamond Princess di Yokohama dua bulan lalu. Saat itu, pemerintah Jepang berhasil mendeteksi lebih dari 700 penumpang dan awak positif COVID-19.
Kapal yang diopreasikan oleh Costa Cruises dibawa ke galangan kapal di Nagasaki, Jepang akhir Februari lalu. Kapal itu berada di bawah penanganan Mitshubisi Heavy Industries.
Kasus ini tidak pelak mengkhawatirkan dampak potensial bagi masyarakat Nagasaki. Otoritas pemerintah Nagasaki menjamin bahwa kru kapal pesiar tersebut tidak akan keluar dari dermaga.
Pihak berwenang juga prihatin dengan peningkatan pasien yang memerlukan rawat inap. Akibat temuan itu pula, peningkatan kasus COVID-19 domestik telah menyebabkan layanan medis di seluruh negeri terjadi.
Sejauh ini, Jepang telah mengonfirmasi lebih dari 11.500 kasus infeksi. Hampir 300 kematian terjadi akibat COVID-19. Angka ini belum ditambah dengan korban infeksi ataupun angka kematian akibat COVID-19 di kapal Diamond Princess.
Secara total, pemerintah mengonfirmasi 48 kasus penularan COVID-19 dari 127 orang di kapal pesiar Costa Atlantica yang menjalani pemeriksaan. Pemerintah pun menargetkan pemeriksaan kesehatan kepada seluruh awak kapal yang berjumlah 623 orang pekan ini. [Mohamad Deny Irawan]

















