Teheran, Gontornews — Pemerintah Iran mengonfirmasi akan membuka kembali masjid mulai Selasa (12/5). Kebijakan ini merupakan bagian dari rencana pemerintah untuk mengurangi pembatasan yang dilakukan untuk membatasi penyebaran COVID-19 di Iran.
Keputusan untuk membuka kembali aktifitas masjid dibuat setelah pemerintah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan. Direktur Organisasi Pengembangan Islam di Iran, Moohammad Qomi, mengonfirmasi hal tersebut kepada kantor berita Iran, IRIB.
Lebih lanjut, kebijakan ini dilakukan meskipun beberapa negara bagian di Iran masih memperlihatkan peningkatan penyebaran COVID-19. Pemerintah Iran baru saja mengunci Provinsi Khuzestan, wilayah Iran Barat, Ahad (10/5) untuk mencegah penyebaran COVID-19.
Pemerintah Iran pun mengonfirmasi pembukaan masjid di 180 kota dan kota-kota dengan risiko penularan rendah.
Sejak masjid dibuka kembali pada Senin lalu, 132 masjid dinyatakan bebas dari virus. Sekalipun demikian, masjid di kota Teheran, ibukota Iran, masih dilarang untuk beraktivitas seperti sedia kala.
Presiden Iran, Hassan Rouhani, berencana untuk membuka kembali aktivitas sekolah. Iran juga telah mencabut larangan perjalanan antar kota dan pusat perbelanjaan.
Sejauh ini, Iran mengonfirmasi 109.286 kasus COVID-19 dengan 6.685 kasus kematian terkonfirmasi. Sementara dalam 24 jam terakhir, Iran hanya melaporkan 45 kematian akibat virus asal Wuhan tersebut.
Selian mengeluarkan kebijakan pembukaan kembali masjid, Presiden Rouhani juga mengumumkan penggantian kabinet. Rouhani, dilansir dari situs resmi Kepresidenan, mengganti Menteri Perindustrian, Pertambangan dan Perdagangan, Reza Rahmani dengan Hosein Modares Khiabani, Senin (11/5).
Rouhani meminta Khiabani menstabilkan harga mobil, menghilangkah hambatan produksi dalam negeri serta memperluas ekspor nonminyak. [Mohamad Deny Irawan]




















