Seoul, Gontornews — Otoritas kesehatan Korea Selatan mengatakan mereka tidak berencana untuk mengembalikan aturan pembatasan sosial sekalipun kasus COVID-19 baru di Seoul teridentifikasi. Mereka menjelaskan bahwa aturan jarak sosial tidak akan diberlakukan selama kasus harian di bawah 50 dan pelacakannya berada di angka 95 persen.
“Untuk saat ini, kami masih akan memantau bagaimana transmisi saat ini berjalan dan meninjau apakah kami perlu mempertimbangkan kebijakan kami,” kata Wakil Menteri Kesehatan Korea Selatan, Kim Gang-lip, sebagaimana dilansir Reuters.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KCDC) melaporkan 26 kasus baru pada Selasa (12/5) malam. Sebanyak 21 dari 25 kasus terkonfirmasi dari klaster penularan COVID-19 dari sebuah klub malam di Itaewon, Seoul. Angka tersebut, sebut KCDC, merupakan yang terendah dari penambahan kasus dalam dua hari terakhir.
Temuan kasus baru COVID-19 di klub malam tersebut juga mendorong pejabat untuk menutup beberapa klub malam dan bar di Seoul. Pemerintah juga menunda pembukaan kembali sekolah-sekolah selama satu pekan serta menghimbau pengurangan pembatasan yang lebh luas.
Pemerintah Korea memperkenalkan kebijakan baru yang mengharuskan warga menggunakan masker selama jam sibuk di kereta bawah tanah mulai Rabu (13/5).
Walikota Seoul, Park Won-soon, melaporkan bahwa sejauh ini pemerintah telah menguji sekitar 20.000 orang sejak klaster di klub malam terungkap.
Park menambahkan lebih dari 1.200 orang terkonfirmasi merupakan warga asing. Karenanya, Park mendorong kota untuk mengirim pesan teks otomatis dalam bahasa Inggris untuk meminta warga menjalani pengujian.
“Ini sangat mengkhawatirkan,” pungkas Park. [Mohamad Deny Irawan]





















