Riga, Gontornews — Tiga Negara Baltik bersepakat untuk membuka jalur perbatasannya demi meminimalisir dampak ekonomi akibat COVID-19. Ketiga negara yakni Latvia, Estonia dan Lithuania bersepakat untuk memberlakukan kebijakan ‘travel bubble’ yang memungkinkan warga di ketiga negara untuk bepergian di dalam wilayah.
Kebijakan yang dikeluarkan oleh ketiga negara baltik ini menjadi yang pertama di Eropa sebagai respon pelonggaraan atas penguncian wilayah.
“Kami memiliki perayaan kecil karena perbatasan telah dibuka kembali saat ini,” ungkap petugas penjaga perbatasan di Ikla, Estonia, Martin Maestule, kepada Reuters.
Dengna kebijakan ini, warga di ketiga negara, kini, bebas melakukan perjalanan di wilayah tersebut tanpa mengisolasi diri selama 14 hari.
“Travel Bubble di Baltik merupakan peluang bisnis yang dibuka kembali. Setidaknya, ini adalah secercah harapan bagi orang bahwa kehidupan akan kembali normal,” ungkap Perdana Menteri Lithuania, Saulius Skvernelis.
Sebagaimana diketahui, penularan COVID-19 di negara Baltik melambat setelah tiga negara tidak melaporkan lebih dari 7 kasus baru pada Rabu (13/5). Pihak berwenang pun memutuskan untuk melonggarkan kuncian sejak akhir April lalu.
Secara umum, ketgia negara melaporkan kurang dari 150 kematian akibat penyakit ini. Jauh di bawah negara-negara seperti Italia, Spanyol, Prancis ataupun Jerman.
“Negara-negara Baltik merupakan mitra dekat yang memiliki situasi epidemologi serupa dan ekonomi mereka terintegrasi dengan baik. Pergerakan orang dan barang sangat penting bagi kawasan ini,” ungkap Arnoldas Pranckevicus, perwakilan Uni Eropa di Lithuania.
“Pembukaan perbatasan negara tergantung pada negara-negara anggota. Komisi Eropa berharap mereka berbicara satu sama lain seraya berkoordinasi tanpa mendiskriminasi negara anggota Uni Eropa lain,” tambahnya.
Selain negara Baltik, perbatasan di Finlandia-Estonia serta Polandia-Lithuania juga tengah didiskusikan setidaknya untuk sektor bisnis atau pendidikan.
“Dalam pandangan saya, saya berpikir bahwa Polandia dan Finlandia menjadi kandidat yang logis dan berpotensi,” ungkap Perdana Menteri Latvia, Krisjanis Karins.
Sebagai informasi, Polandia-Finlandia juga melaporkan rendahnya angka infeksi dan kematian akibat COVID-19. [Mohamad Deny Irawan]





















