Wellington, Gontornews — Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, bepergian dengan rekannya ke sebuah kafe di Wellington, Sabtu (16/5). Meski demikian, sejumlah aturan ketat terkait jarak fisik tetap diberlakukan demi mencegah penularan COVID-19 gelombang kedua.
Pemerintah Selandia Baru dianggap berhasil dalam menanggulangi penyebaran COVID-19. Tercatat, 1.149 kasus infeksi positif COVID-19 terkonfirmasi dengan 21 diantaranya berujung kematian.
Dengan rendahnya penyebaran COVID-19, Pemerintah pun melonggarkan sejumlah aturan jarak fisik. Sebut saja, pembukan kembali kafe, restoran, bioskop maupun mal setelah ditutup selama 2 bulan akibat penguncian wilayah.
Awalnya, Ardern dan rekannya, Clarke Gayford, memutuskan untuk makan siang di sebuah kafe di Wellington. Namun, keduanya mengurungkan niat untuk makan di kafe tersebut karena penuh. Media Selandia Baru melaporkan bahwa seorang karyawan di kafe tersebut lantas memanggil keduanya dan mempersiapkan sebuah meja bagi mereka.
“Saya harus bertanggung jawab untuk ini, saya tidak bisa mengatur dan memesan di mana pun,” kata Gayford di Twitter.
“Mereka sangat baik kala mengejar kami dan menginformasikan sebuah meja yang dikosongkan. Layanan A+,” tambahnya dilansir Reuters.
Biro Humas Perdana Menteri pun menjelaskan bahwa PM Ardern menunggu di kafe seperti halnya pengunjung biasa.
“PM mengatakan bahwa dirinya hanya menunggu seperti pengunjung lain,” jelas biro komunikasi Perdana Menteri Ardern.
Secara umum, Selandia Baru dianggap berhasil dalam menahan penyebaran COVID-19 di masyarakat. Mereka mengonfirmasi total 1.149 kasus dengan 21 kematian pada Ahad (17/5). [Mohamad Deny Irawan]























