pesanan-baju-kaos
29 °c
Pecenongan
Sat
Sun
Friday, 9 October, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Laput

Pesantren Siap Hadapi Tantangan Zaman

Oleh Fathurroji, Wartawan Majalah Gontor

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
29 May 2020
in Laput
0
foto: tempo.co

Keunggulan pondok pesantren sebagai pendidikan Islam yang unik di negeri ini sudah tidak diragukan lagi. Pesantren telah melahirkan banyak tokoh di negeri ini. Bahkan perjuangan bangsa Indonesia banyak dikobarkan dari pesantren-pesantren, sehingga lahirlah resolusi jihad yang membangkitkan semangat perjuangan bangsa Indonesia.

Saat ini, pertumbuhan pondok pesantren cukup pesat. Lahirnya pesantren­pesantren dengan sistem yang lebih modern telah memberikan andil kepada anak bangsa untuk menghadapi zamannya. Pesantren telah menjadi pendidikan yang bisa dibanggakan, bahkan menjadi pendidikan pilihan utama bukan lagi sebagai alternatif.  Ketua Umum Badan Kerjasama Pondok Pesantren Indonesia (BKsPPI) Prof Dr KH Didin Hafidhuddin MSc mengungkapkan, saat ini perkembangan dunia pendidikan di pondok pesantren itu meningkat luar biasa.

“Saya lihat kondisi sekarang tidak seperti 10 atau 20 tahun lalu, dahulu biasanya orang masuk pesantren itu setelah tidak diterima di mana­mana, tidak diterima di sekolah favorit akhirnya masuk di pesantren, atau kalau ada anak­anak yang nakal biasanya dimasukkan ke pesantren. Tetapi sekarang tidak, pesantren menjadi pilihan utama,” ujar Kiai Didin kepada Majalah Gontor. Bahkan, saat ini ada juga para wali santri yang akan memondokkan anaknya harus menunggu waiting list, menunggu dahulu karena terlalu banyak yang daftar.

Perkembangan tersebut, menurutnya karena masyarakat sudah semakin sadar, bahwa pendidikan yang menekankan pada aspek ilmu pengetahuan saja tidak cukup dan tidak menyelesaikan masalah. Penguatan terhadap ajaran agama juga harus menjadi materi pendidikan. “Kenapa banyak perilaku­perilaku yang buruk pada sebagian pelajar, itu karena jauh dari agama. Dia diberi ilmu pengetahuan tetapi keimanannya tidak diperbaiki, gaya hidupnya tidak diperbaiki,” tutur Kiai Didin.

BACA JUGA

Jejak Pengusaha Alumni Gontor: Dari Dunia Usaha ke Pendidikan

Menghidupkan Kembali Budaya Baca

Guru Berperan Menanamkan Adab

Menjaga Fitrah dan Istiqamah Pasca-Ramadhan

Perintah Menjaga Lingkungan Hidup

Karena itulah, sekarang pondok pesantren menjadi pilihan utama bagi sebagian umat Islam. Dengan harapan, munculnya generasi­generasi yang kuat agamanya dan pintar ilmu pengetahuannya. Menurut Kiai Didin, pesantren sebagai lembaga iqamatuddin (penegak agama) bergerak dalam pembangunan masyarakat dalam berbagai bidang termasuk politik. Dalam bidang politik, pesantren bisa disebut sebagai institusi politik tertua di Indonesia. Hal ini dapat terlihat dari perjuangan­perjuangan politik dalam proses kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Perjuangan politik yang telah dilakukan oleh pondok pesantren telah melahirkan NKRI sebagai negara religius, sehingga seluruh cara pandang yang mencoba memisahkan antara negara dan agama dapat disebut sebagai pemikiran a­historis,” jelas Didin.

Menurutnya, pesantren harus menjadi lembaga yang tetap melahirkan para murabbi, ulama, dermawan, dan kader­kader pejuang di berbagai lini, dan sinergi antar-pondok pesantren menjadi Visi dan Misi BKsPPI untuk tetap aktif berkoordinasi dengan lebih dari 4.300 pondok pesantren.

Prof Didin yang juga pemimpin Pondok Pesantren Ulul Albab dan Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor ini mengingatkan bahwa para kiai pelindung umat dan mempertahankan kepribadian pondok pesantren.

Kiai Didin mengatakan bahwa pesantren merupakan lembaga perjuangan melalui berbagai macam bidang pendidikan. “Baik pendidikan agama, ekonomi hingga politik. Pesantren tidak semata­mata lembaga pendidikan tetapi institusi perjuangan,” jelasnya.

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu mengingatkan bahwa kemerdekaan Indonesia itu direbut oleh para ulama dan santri. “Jadi yang paling besar jasanya bagi negeri ini adalah ulama dan pesantren. Merebut dan mempertahankan kemerdekaan bagian dari akidah, karena penjajahan tidak sesuai dengan akidah Islam,” ujar Kiai Didin.

Oleh karena itu, pendiri bangsa yang sebagian besar ulama telah menorehkan kalimat dalam pembukaan UUD 45 yaitu berkat rahmat Allah yang Mahakuasa. “Ini bukti sejarah bahwa kalimat Allah adalah kalimat umat Islam, jadi yang paling besar sahamnya dalam negeri ini adalah umat Islam,” tuturnya.

Menurutnya, pesantren selalu harus di depan dalam langkah perjuangan umat Islam. “Pesantren tidak hanya lembaga pendidikan, tapi mendidik santri yang mampu melakukan amar makruf nahi munkar,” jelasnya sambil menyitir firman Allah di dalam surat at-Taubah: 122.

Ia menjelaskan, ada sejumlah budaya pesantren yang harus dipertahankan. “Pertama budaya akhlak, ini harus dipertahankan, kebangkitan bangsa dan umat ditentukan dengan adab. Pesantren jika ingin melahirkan pemimpin tidak boleh meninggalkan soal adab,” ujarnya.

Kedua budaya ilmu. “Bukan pesantren jika tanpa ilmu, dalam pandangan pesantren, ilmu tidak terpisah antara ilmu dunia dan akhirat. Lebih jelasnya yaitu antara fardu ain dan fardu kifayah.”

Ketiga budaya ukhuwah. “Budaya ukhuwah di pesantren sangat kuat, ukhuwah akan tercapai jika kita sering berjamaah,” tuturnya.

Dan yang keempat budaya dakwah. “Di ponpes, budaya dakwah adalah sebuah keniscayaan. Sebelum lulus, santri harus berdakwah dengan mengabdi untuk mengajar. Dakwah ini luas harus di semua bidang baik ekonomi, budaya bahkan politik,” tandas Kiai Didin.

Sementara itu Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) menegaskan bahwa saat ini dan ke depan, Indonesia harus memiliki banyak manusia Islam yang unggul yang memiliki karakter manusia Islam yang sesungguhnya sesuai al-Qur’an. Untuk mencapai hal tersebut, peran pendidikan sangatlah besar termasuk pondok­pondok pesantren.

Dikatakan HNW, dalam kurikulum pendidikan di lingkungan pesantren, selain para santri diajarkan membaca serta menghafal al­Qur’an, juga harus dimasukkan dan ditekankan pembelajaran tentang pemahaman etika­etika dasar, adab­adab, juga pemahaman untuk menjadi seorang Muslim yang baik dan unggul.

“Menurut saya itu sangatlah penting dan harus mulai diajarkan sejak dini. Jangan dulu yang berat­berat, mulailah dengan yang ringan seperti, pentingnya menjaga sopan santun kepada orangtua, belajar, menjaga amanah, saling menghormati, silaturahim, jujur, berkata­kata baik, berjiwa rahmah,” katanya.

Dijelaskan HNW, pemahaman tentang etika­etika sesuai al­Qur’an tersebut bertujuan agar para santri yang merupakan generasi muda bangsa Indonesia, tidak sampai menjadi kelompok yang eksklusif. Dalam artian, tidak berani berinteraksi dengan masyarakat. Padahal al-Qur’an selalu mengajarkan untuk selalu berinteraksi dengan yang lain.

“Titik tekannya, al­Qur’an justru mengajarkan untuk berkomunikasi kepada publik, itulah akidah. Biasakan para santri berkomunikasi dengan masyarakat sekitar. Saya ingat, waktu nyantri di Pondok Modern Gontor ada kegiatan lari­lari ‘muter’ kampung, juga banyak kegiatan yang membiasakan saya berkomunikasi dengan masyarakat,” ujarnya.

Ketika para santri, lanjut HNW, mampu menguasai dan mengimplementasikan etika, akhlak dan berbagai ilmu pengetahuan, maka akan muncul generasi Islam yang tangguh seperti generasi umat dahulu yang tangguh mampu menjadikan Islam diterima baik di Nusantara.

“Merekalah generasi Islam tangguh dengan pengetahuan agama Islam yang tinggi, akhlak yang sangat baik, juga ilmu pengetahuan yang baik, mereka mampu bergaul, berdialog, sabar dalam menghadapi serta mengatasi permasalahan di tengah­tengah masyarakat sehingga diterima dan Islam menjadi seperti sekarang ini,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Umum Ikadi (Ikatan Dai Indonesia) Prof Dr H Achmad Satori Ismail mengatakan, pendidikan agama dapat menyelamatkan agama dan moral generasi bangsa. Karena itulah para orangtua mencari lembaga pendidikan yang konsen dan konsisten mengajarkan dan menerapkan nilai­nilai agama yang benar sebagaimana diterapkan di pesantren.

“Apalagi kualitas pendidikan pesantren kini juga sudah baik,” papar direktur Pondok Pesantren Terpadu Al­Hassan, Pondok Gede, Bekasi, itu.

Pesantren sekarang tidak melulu memberikan ajaran agama, namun juga memperhatikan pengembangan ilmu­ilmu umum lainnya. Karena itulah lulusan pesantren siap bersaing dengan lulusan sekolah­sekolah unggulan atau sekolah umum. Buktinya, para alumni pesantren banyak yang berhasil mengikuti jenjang pendidikan unggulan, baik di kelas nasional maupun internasional.

Kiai Satori menambahkan, bahkan di antara mereka banyak yang melanjutkan sekolah ke jurusan umum, di luar jurusan agama, seperti kedokteran, arsitek, ilmu politik, dan lainnya. Prestasi tersebut tentu semakin membuka ‘mata’ sebagian orangtua yang sebelumnya memandang remeh pendidikan pesantren.

“Di zaman yang penuh dengan godaan dan kemaksiatan seperti sekarang, orangtua makin merasa khawatir akan pergaulan anak­anaknya. Lingkungan yang buruk dan pengaruh dari teman-teman sekitar, belum tentu bisa dihadapi dengan baik oleh setiap anak,” ungkapnya.

Karena itu, tambah Kiai Satori, agar anak terbebas dari ancaman kerusakan moral, salah satu solusi terbaik dengan memondokkannya. “Tentu, pondok pesantren yang dipilih adalah pondok yang dapat mengawasi santrinya selama 24 jam penuh,” tegasnya.

Kriteria pondok yang dicari pun, sambungnya, juga harus yang menjunjung nilai kedisiplinan yang tinggi. Jika pesantren­pesantren yang berkualitas, terawasi, dan berdisiplin tinggi sudah dipilih, maka orangtua dapat tenang melepaskan putra­putrinya. Tanpa khawatir dengan gangguan kerusakan akhlak.

Namun demikian, orangtua sejak dini harus mulai mengenalkan dasar pendidikan agama di dalam keluarga. Agar setelah anaknya diserahkan pada lembaga pendidikan selanjutnya, hasilnya dapat lebih maksimal. Anak pun dapat sukses menghadapi segala tantangan zaman dengan tetap memegang teguh syariat Islam sesuai al­Qur’an  dan as­Sunnah. []

Tags: GontorHNWIKADIKH Didin HafidhuddinSatori
Share79Tweet49Send
Previous Post

PKS: Pansus BBM Perlu Segera Dibentuk

Next Post

New Normal yang Mengkhawatirkan

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ciptakan Rumah Tangga Sakinah, Berikut Lima Tipsnya!

Ciptakan Rumah Tangga Sakinah, Berikut Lima Tipsnya!

6 October 2026
DAS Jadi Ruang Tumbuh Santri Darrurohmah Cirebon

DAS Jadi Ruang Tumbuh Santri Darrurohmah Cirebon

8 October 2026
Menyoal Branding Pesantren: Saat Pesantren Harus ‘Tebar Jala’ Informasi

Menyoal Branding Pesantren: Saat Pesantren Harus ‘Tebar Jala’ Informasi

5 October 2026
Berbudi Tinggi dan Berjiwa Besar: Fondasi dan Mahkota Kepribadian Santri

Berbudi Tinggi dan Berjiwa Besar: Fondasi dan Mahkota Kepribadian Santri

25 September 2026
Prodi IQT UNIDA Gontor Dalami Jurnalistik Media Islam di Majalah Gontor

Prodi IQT UNIDA Gontor Dalami Jurnalistik Media Islam di Majalah Gontor

6 October 2026
Drama Contest PMDG Kampus 12 Siak: Santri Asah Keberanian dan Kemampuan Berbahasa Asing

Drama Contest PMDG Kampus 12 Siak: Santri Asah Keberanian dan Kemampuan Berbahasa Asing

0
Magnet Rezeki Center Undang Majalah Gontor Ikuti Seminar Hybrid Serentak di Beberapa Kota

Magnet Rezeki Center Undang Majalah Gontor Ikuti Seminar Hybrid Serentak di Beberapa Kota

0
DAS Jadi Ruang Tumbuh Santri Darrurohmah Cirebon

DAS Jadi Ruang Tumbuh Santri Darrurohmah Cirebon

0
Pimpinan Gontor Resmikan Masjid Pesantren Baitussalam Gunungkidul

Pimpinan Gontor Resmikan Masjid Pesantren Baitussalam Gunungkidul

0
Prodi IQT UNIDA Gontor Dalami Jurnalistik Media Islam di Majalah Gontor

Prodi IQT UNIDA Gontor Dalami Jurnalistik Media Islam di Majalah Gontor

0
Drama Contest PMDG Kampus 12 Siak: Santri Asah Keberanian dan Kemampuan Berbahasa Asing

Drama Contest PMDG Kampus 12 Siak: Santri Asah Keberanian dan Kemampuan Berbahasa Asing

8 October 2026
Magnet Rezeki Center Undang Majalah Gontor Ikuti Seminar Hybrid Serentak di Beberapa Kota

Magnet Rezeki Center Undang Majalah Gontor Ikuti Seminar Hybrid Serentak di Beberapa Kota

8 October 2026
DAS Jadi Ruang Tumbuh Santri Darrurohmah Cirebon

DAS Jadi Ruang Tumbuh Santri Darrurohmah Cirebon

8 October 2026
Pimpinan Gontor Resmikan Masjid Pesantren Baitussalam Gunungkidul

Pimpinan Gontor Resmikan Masjid Pesantren Baitussalam Gunungkidul

8 October 2026
Arsitektur Peradaban Gontor: Sintesis Tasawuf, Sunnatullah, dan Hakikat Pendidikan

Arsitektur Peradaban Gontor: Sintesis Tasawuf, Sunnatullah, dan Hakikat Pendidikan

6 October 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Telah terbit dan bisa dipesan
Majalah Gontor Edisi Oktober 2026
pemesanan bisa ke nomor :
081234160133untuk edisi khusus 100 tahun gontor bisa dipesan melalui link dibawah ini
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
#pesanmajalah
  • Bismillah, bagi yang ingin mempromosikan usahanya di Majalah Gontor edisi November silahkan daftar dan cek paketnya pada link https://bit.ly/pasang-iklan-mg atau scan barcode pada gambar.#majalahgontor #gontornews
  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result