10
Tonton Selengkapnya
pesanan-majalah-edisi-khusus
27 °c
Pecenongan
Sat
Sun
Saturday, 25 July, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Laput

Pesantren Siap Hadapi Tantangan Zaman

Oleh Fathurroji, Wartawan Majalah Gontor

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
29 May 2020
in Laput
0
foto: tempo.co

Keunggulan pondok pesantren sebagai pendidikan Islam yang unik di negeri ini sudah tidak diragukan lagi. Pesantren telah melahirkan banyak tokoh di negeri ini. Bahkan perjuangan bangsa Indonesia banyak dikobarkan dari pesantren-pesantren, sehingga lahirlah resolusi jihad yang membangkitkan semangat perjuangan bangsa Indonesia.

Saat ini, pertumbuhan pondok pesantren cukup pesat. Lahirnya pesantren­pesantren dengan sistem yang lebih modern telah memberikan andil kepada anak bangsa untuk menghadapi zamannya. Pesantren telah menjadi pendidikan yang bisa dibanggakan, bahkan menjadi pendidikan pilihan utama bukan lagi sebagai alternatif.  Ketua Umum Badan Kerjasama Pondok Pesantren Indonesia (BKsPPI) Prof Dr KH Didin Hafidhuddin MSc mengungkapkan, saat ini perkembangan dunia pendidikan di pondok pesantren itu meningkat luar biasa.

“Saya lihat kondisi sekarang tidak seperti 10 atau 20 tahun lalu, dahulu biasanya orang masuk pesantren itu setelah tidak diterima di mana­mana, tidak diterima di sekolah favorit akhirnya masuk di pesantren, atau kalau ada anak­anak yang nakal biasanya dimasukkan ke pesantren. Tetapi sekarang tidak, pesantren menjadi pilihan utama,” ujar Kiai Didin kepada Majalah Gontor. Bahkan, saat ini ada juga para wali santri yang akan memondokkan anaknya harus menunggu waiting list, menunggu dahulu karena terlalu banyak yang daftar.

Perkembangan tersebut, menurutnya karena masyarakat sudah semakin sadar, bahwa pendidikan yang menekankan pada aspek ilmu pengetahuan saja tidak cukup dan tidak menyelesaikan masalah. Penguatan terhadap ajaran agama juga harus menjadi materi pendidikan. “Kenapa banyak perilaku­perilaku yang buruk pada sebagian pelajar, itu karena jauh dari agama. Dia diberi ilmu pengetahuan tetapi keimanannya tidak diperbaiki, gaya hidupnya tidak diperbaiki,” tutur Kiai Didin.

BACA JUGA

Jejak Pengusaha Alumni Gontor: Dari Dunia Usaha ke Pendidikan

Menghidupkan Kembali Budaya Baca

Guru Berperan Menanamkan Adab

Menjaga Fitrah dan Istiqamah Pasca-Ramadhan

Perintah Menjaga Lingkungan Hidup

Karena itulah, sekarang pondok pesantren menjadi pilihan utama bagi sebagian umat Islam. Dengan harapan, munculnya generasi­generasi yang kuat agamanya dan pintar ilmu pengetahuannya. Menurut Kiai Didin, pesantren sebagai lembaga iqamatuddin (penegak agama) bergerak dalam pembangunan masyarakat dalam berbagai bidang termasuk politik. Dalam bidang politik, pesantren bisa disebut sebagai institusi politik tertua di Indonesia. Hal ini dapat terlihat dari perjuangan­perjuangan politik dalam proses kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Perjuangan politik yang telah dilakukan oleh pondok pesantren telah melahirkan NKRI sebagai negara religius, sehingga seluruh cara pandang yang mencoba memisahkan antara negara dan agama dapat disebut sebagai pemikiran a­historis,” jelas Didin.

Menurutnya, pesantren harus menjadi lembaga yang tetap melahirkan para murabbi, ulama, dermawan, dan kader­kader pejuang di berbagai lini, dan sinergi antar-pondok pesantren menjadi Visi dan Misi BKsPPI untuk tetap aktif berkoordinasi dengan lebih dari 4.300 pondok pesantren.

Prof Didin yang juga pemimpin Pondok Pesantren Ulul Albab dan Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor ini mengingatkan bahwa para kiai pelindung umat dan mempertahankan kepribadian pondok pesantren.

Kiai Didin mengatakan bahwa pesantren merupakan lembaga perjuangan melalui berbagai macam bidang pendidikan. “Baik pendidikan agama, ekonomi hingga politik. Pesantren tidak semata­mata lembaga pendidikan tetapi institusi perjuangan,” jelasnya.

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu mengingatkan bahwa kemerdekaan Indonesia itu direbut oleh para ulama dan santri. “Jadi yang paling besar jasanya bagi negeri ini adalah ulama dan pesantren. Merebut dan mempertahankan kemerdekaan bagian dari akidah, karena penjajahan tidak sesuai dengan akidah Islam,” ujar Kiai Didin.

Oleh karena itu, pendiri bangsa yang sebagian besar ulama telah menorehkan kalimat dalam pembukaan UUD 45 yaitu berkat rahmat Allah yang Mahakuasa. “Ini bukti sejarah bahwa kalimat Allah adalah kalimat umat Islam, jadi yang paling besar sahamnya dalam negeri ini adalah umat Islam,” tuturnya.

Menurutnya, pesantren selalu harus di depan dalam langkah perjuangan umat Islam. “Pesantren tidak hanya lembaga pendidikan, tapi mendidik santri yang mampu melakukan amar makruf nahi munkar,” jelasnya sambil menyitir firman Allah di dalam surat at-Taubah: 122.

Ia menjelaskan, ada sejumlah budaya pesantren yang harus dipertahankan. “Pertama budaya akhlak, ini harus dipertahankan, kebangkitan bangsa dan umat ditentukan dengan adab. Pesantren jika ingin melahirkan pemimpin tidak boleh meninggalkan soal adab,” ujarnya.

Kedua budaya ilmu. “Bukan pesantren jika tanpa ilmu, dalam pandangan pesantren, ilmu tidak terpisah antara ilmu dunia dan akhirat. Lebih jelasnya yaitu antara fardu ain dan fardu kifayah.”

Ketiga budaya ukhuwah. “Budaya ukhuwah di pesantren sangat kuat, ukhuwah akan tercapai jika kita sering berjamaah,” tuturnya.

Dan yang keempat budaya dakwah. “Di ponpes, budaya dakwah adalah sebuah keniscayaan. Sebelum lulus, santri harus berdakwah dengan mengabdi untuk mengajar. Dakwah ini luas harus di semua bidang baik ekonomi, budaya bahkan politik,” tandas Kiai Didin.

Sementara itu Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) menegaskan bahwa saat ini dan ke depan, Indonesia harus memiliki banyak manusia Islam yang unggul yang memiliki karakter manusia Islam yang sesungguhnya sesuai al-Qur’an. Untuk mencapai hal tersebut, peran pendidikan sangatlah besar termasuk pondok­pondok pesantren.

Dikatakan HNW, dalam kurikulum pendidikan di lingkungan pesantren, selain para santri diajarkan membaca serta menghafal al­Qur’an, juga harus dimasukkan dan ditekankan pembelajaran tentang pemahaman etika­etika dasar, adab­adab, juga pemahaman untuk menjadi seorang Muslim yang baik dan unggul.

“Menurut saya itu sangatlah penting dan harus mulai diajarkan sejak dini. Jangan dulu yang berat­berat, mulailah dengan yang ringan seperti, pentingnya menjaga sopan santun kepada orangtua, belajar, menjaga amanah, saling menghormati, silaturahim, jujur, berkata­kata baik, berjiwa rahmah,” katanya.

Dijelaskan HNW, pemahaman tentang etika­etika sesuai al­Qur’an tersebut bertujuan agar para santri yang merupakan generasi muda bangsa Indonesia, tidak sampai menjadi kelompok yang eksklusif. Dalam artian, tidak berani berinteraksi dengan masyarakat. Padahal al-Qur’an selalu mengajarkan untuk selalu berinteraksi dengan yang lain.

“Titik tekannya, al­Qur’an justru mengajarkan untuk berkomunikasi kepada publik, itulah akidah. Biasakan para santri berkomunikasi dengan masyarakat sekitar. Saya ingat, waktu nyantri di Pondok Modern Gontor ada kegiatan lari­lari ‘muter’ kampung, juga banyak kegiatan yang membiasakan saya berkomunikasi dengan masyarakat,” ujarnya.

Ketika para santri, lanjut HNW, mampu menguasai dan mengimplementasikan etika, akhlak dan berbagai ilmu pengetahuan, maka akan muncul generasi Islam yang tangguh seperti generasi umat dahulu yang tangguh mampu menjadikan Islam diterima baik di Nusantara.

“Merekalah generasi Islam tangguh dengan pengetahuan agama Islam yang tinggi, akhlak yang sangat baik, juga ilmu pengetahuan yang baik, mereka mampu bergaul, berdialog, sabar dalam menghadapi serta mengatasi permasalahan di tengah­tengah masyarakat sehingga diterima dan Islam menjadi seperti sekarang ini,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Umum Ikadi (Ikatan Dai Indonesia) Prof Dr H Achmad Satori Ismail mengatakan, pendidikan agama dapat menyelamatkan agama dan moral generasi bangsa. Karena itulah para orangtua mencari lembaga pendidikan yang konsen dan konsisten mengajarkan dan menerapkan nilai­nilai agama yang benar sebagaimana diterapkan di pesantren.

“Apalagi kualitas pendidikan pesantren kini juga sudah baik,” papar direktur Pondok Pesantren Terpadu Al­Hassan, Pondok Gede, Bekasi, itu.

Pesantren sekarang tidak melulu memberikan ajaran agama, namun juga memperhatikan pengembangan ilmu­ilmu umum lainnya. Karena itulah lulusan pesantren siap bersaing dengan lulusan sekolah­sekolah unggulan atau sekolah umum. Buktinya, para alumni pesantren banyak yang berhasil mengikuti jenjang pendidikan unggulan, baik di kelas nasional maupun internasional.

Kiai Satori menambahkan, bahkan di antara mereka banyak yang melanjutkan sekolah ke jurusan umum, di luar jurusan agama, seperti kedokteran, arsitek, ilmu politik, dan lainnya. Prestasi tersebut tentu semakin membuka ‘mata’ sebagian orangtua yang sebelumnya memandang remeh pendidikan pesantren.

“Di zaman yang penuh dengan godaan dan kemaksiatan seperti sekarang, orangtua makin merasa khawatir akan pergaulan anak­anaknya. Lingkungan yang buruk dan pengaruh dari teman-teman sekitar, belum tentu bisa dihadapi dengan baik oleh setiap anak,” ungkapnya.

Karena itu, tambah Kiai Satori, agar anak terbebas dari ancaman kerusakan moral, salah satu solusi terbaik dengan memondokkannya. “Tentu, pondok pesantren yang dipilih adalah pondok yang dapat mengawasi santrinya selama 24 jam penuh,” tegasnya.

Kriteria pondok yang dicari pun, sambungnya, juga harus yang menjunjung nilai kedisiplinan yang tinggi. Jika pesantren­pesantren yang berkualitas, terawasi, dan berdisiplin tinggi sudah dipilih, maka orangtua dapat tenang melepaskan putra­putrinya. Tanpa khawatir dengan gangguan kerusakan akhlak.

Namun demikian, orangtua sejak dini harus mulai mengenalkan dasar pendidikan agama di dalam keluarga. Agar setelah anaknya diserahkan pada lembaga pendidikan selanjutnya, hasilnya dapat lebih maksimal. Anak pun dapat sukses menghadapi segala tantangan zaman dengan tetap memegang teguh syariat Islam sesuai al­Qur’an  dan as­Sunnah. []

Tags: GontorHNWIKADIKH Didin HafidhuddinSatori
Share78Tweet49Send
Previous Post

PKS: Pansus BBM Perlu Segera Dibentuk

Next Post

New Normal yang Mengkhawatirkan

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Al-‘Afwu dan Al-Maghfirah: Hierarki Ampunan dalam Perspektif Spiritual Islam di Akhir Ramadhan

Kiat-Kiat Agar Anak Betah di Pesantren: Sebuah Rangkuman Pidato Masyayikh Gontor

3 May 2026
kh fauzi tidjani djauhari

Pesantren Al-Amien Prenduan akan Gelar Idul Khotmi Nasional Tarekat Tijaniyah Ke-234

13 July 2026
Akhlak dan Adab sebagai Fondasi Peradaban: Perspektif Imam Al-Ghazali, Ibn Miskawaih, Syed Muhammad Naquib Al-Attas, dan KH Imam Zarkasyi untuk Menyongsong Abad Kedua Gontor

Akhlak dan Adab sebagai Fondasi Peradaban: Perspektif Imam Al-Ghazali, Ibn Miskawaih, Syed Muhammad Naquib Al-Attas, dan KH Imam Zarkasyi untuk Menyongsong Abad Kedua Gontor

12 July 2026
Raker SDIT Insantama Leuwiliang 2026/2027 Fokus Perkuat Kolaborasi dan Inovasi Pembelajaran Berbasis Teknologi

Raker SDIT Insantama Leuwiliang 2026/2027 Fokus Perkuat Kolaborasi dan Inovasi Pembelajaran Berbasis Teknologi

12 July 2026
Tetap Jujur Meski Berhadapan dengan Kepentingan

Tetap Jujur Meski Berhadapan dengan Kepentingan

13 July 2026
Bentengi Generasi Sejak Dini: Siswa Kelas VI SDIT Insantama Leuwiliang Ikuti Penyuluhan Bahaya Narkoba

Bentengi Generasi Sejak Dini: Siswa Kelas VI SDIT Insantama Leuwiliang Ikuti Penyuluhan Bahaya Narkoba

0
Waka BAZNAS Apresiasi Kepedulian Pemkab Pasaman Barat terhadap Zakat

Waka BAZNAS Apresiasi Kepedulian Pemkab Pasaman Barat terhadap Zakat

0
FORBIS Isi Pembekalan Mental Wirausaha di Muaskar Wisuda Ke-46 UNIDA Gontor

FORBIS Isi Pembekalan Mental Wirausaha di Muaskar Wisuda Ke-46 UNIDA Gontor

0
200 Lebih Alumni Angkatan 2005 Ramaikan Reuni Akbar Gontor Putri

200 Lebih Alumni Angkatan 2005 Ramaikan Reuni Akbar Gontor Putri

0
Sarasehan Guru Besar Alumni UNIDA Gontor Bukti Penguatan Misi Menuju World Class University

Sarasehan Guru Besar Alumni UNIDA Gontor Bukti Penguatan Misi Menuju World Class University

0
Waka BAZNAS Apresiasi Kepedulian Pemkab Pasaman Barat terhadap Zakat

Waka BAZNAS Apresiasi Kepedulian Pemkab Pasaman Barat terhadap Zakat

17 July 2026
Bentengi Generasi Sejak Dini: Siswa Kelas VI SDIT Insantama Leuwiliang Ikuti Penyuluhan Bahaya Narkoba

Bentengi Generasi Sejak Dini: Siswa Kelas VI SDIT Insantama Leuwiliang Ikuti Penyuluhan Bahaya Narkoba

17 July 2026
200 Lebih Alumni Angkatan 2005 Ramaikan Reuni Akbar Gontor Putri

200 Lebih Alumni Angakatan 2005 Ramaikan Reuni Akbar Gontor Putri

16 July 2026
FORBIS Isi Pembekalan Mental Wirausaha di Muaskar Wisuda Ke-46 UNIDA Gontor

FORBIS Isi Pembekalan Mental Wirausaha di Muaskar Wisuda Ke-46 UNIDA Gontor

16 July 2026
Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, PC IKPM Gontor Lampung Gelar Silaturahmi Perdana Bersama Alumni

Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, PC IKPM Gontor Lampung Gelar Silaturahmi Perdana Bersama Alumni

16 July 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • 100 Tahun Gontor bukan sekadar peringatan, tetapi sejarah yang layak disimpan.Miliki Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor yang terbit selama Juli–September 2026.📚 Koleksi terbatas.
⏳ Jangan menunggu sampai kehabisan.📲 Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor #gontornews #100tahungontor #gontor
  • Miliki Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor sebelum kehabisan.📖 Edisi Juli ✅
📖 Edisi Agustus ✅
📖 Edisi September 🔜🔥 Jangan sampai orang lain sudah punya, sementara Anda kehabisan.📲 Pesan sekarang:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah#100tahungontor #majalahgontor #gontornews #gontormendunia #unidagontor #mediaperekatumat #koleksibersejarah #edisikhusus #pesansekarang #jangansampaikehabisan
  • Stok terbatas!
Sudah punya Edisi Agustus?Edisi spesial ini mengupas perjalanan UNIDA Gontor Mendunia dan hanya hadir dalam rangka 100 Tahun Gontor.Banyak yang sudah memesan. Jangan sampai Anda tertinggal.Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#100TahunGontor #unidagontor #majalahgontor #gontornews
  • 100 Tahun Gontor bukan sekadar peringatan, tetapi sejarah yang layak disimpan.Miliki Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor yang terbit selama Juli–September 2026.📚 Koleksi terbatas.
⏳ Jangan menunggu sampai kehabisan.📲 Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#100TahunGontor #MajalahGontor #Gontor #PondokModern #DarussalamGontor #MediaPerekatUmat #GontorMendunia #KoleksiBersejarah #alumnigontor #gontornews #majalahgontor
  • Jangan sampai koleksi Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor Anda kehabisan.Pre-Order telah dibuka!💰 Harga: Hanya Rp 15.000 / eksemplarMengingat kuota cetak yang terbatas, amankan eksemplar Anda sekarang juga sebelum sistem tertutup otomatis.Amankan Pemesanan Anda di sini:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah
  • Repost from @ikpmmadiun
Bagi keluarga besar Gontor, setiap nasihat Pimpinan adalah bekal sepanjang perjalanan hidup. 🤍Kali ini, mari kita luangkan waktu sejenak untuk kembali mendengarkan petuah dari K.H.Hasan Abdullah Sahal (Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor)Insya Allah apa yang kita dengar bukan hanya menambah ilmu, tetapi juga menguatkan niat untuk terus berkhidmat kepada umat.🤲 Jangan berhenti di kita. Bagikan agar semakin banyak yang memperoleh manfaat.💬 Antum Alumni Gontor angkatan berapa? Share di kolom komentar.
  • Jangan sampai koleksi Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor Anda kehabisan.Menuju Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Majalah Majalah Gontor menerbitkan Edisi Spesial 100 Tahun Gontor.Mumpung BELUM terlambat, Pre-Order Edisi Agustus & September resmi dibuka!💰 Harga: Hanya Rp 15.000 / eks eksemplar
⏳ Batas Waktu PO Edisi Agustus: 10 Juli 2026, Pukul 11:59 WIB (Tinggal menghitung hari!)Mengingat kuota cetak yang sangat ketat, amankan eksemplar Anda sekarang juga sebelum sistem tertutup otomatis.Amankan Slot Pemesanan Anda di Sini:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah
  • Repost from @unida.gontor and @miladunidagontor
Bismillahirrahmanirrahim
👋Sampai jumpa di Kampus UNIDA Gontor!
Tabligh Akbar bersama Ustadz Dr. (H.C.) Adi Hidayat, Lc., M.A.Dalam rangka memperingati Milad UNIDA Gontor ke-63, Hadirilah Tabligh Akbar Universitas Darussalam Gontor:✨ Tema: Pentingnya Pesantren
👤 Bersama: Al Ustadz Dr. (H.C.) Adi Hidayat, Lc., M.A.
🗓️ Hari/Tanggal: Kamis, 9 Juli 2026
🕗 Waktu: 20:00 WIB – Selesai
🏛️ Tempat: Universitas Darussalam Gontor (Jl. Raya Siman, Ponorogo, Jawa Timur)Link Pendaftaran:
bit.ly/tablighakbar_unidagontorAcara ini terbuka untuk umum dan menyediakan doorprize menarik bagi jemaah yang beruntung.Mari jadikan momentum ini sebagai sarana memperkuat ukhuwah serta meningkatkan kapasitas keilmuan kita.#MiladUNIDAGontor63 #UstadzAdiHidayat #PesantrenPerekatUmat #TablighAkbarPonorogo #unidagontor
#majalahgontor #gontornews
  • Repost from @irengsepur Dirgahayu 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.Merupakan sebuah kebanggaan dan kehormatan sebagai salah satu alumni Pondok Modern Darussalam Gontor dapat turut menyemarakkan Milad Satu Abad ini. Meskipun belum dapat hadir secara langsung, Alhamdulillah di sela-sela kegiatan latihan saya diberikan izin oleh kesatuan untuk mengibarkan bendera Pondok Modern Darussalam Gontor di ketinggian  500 ft di atas langit Majalengka. Bagi saya, ini bukan sekadar sebuah penerjunan, tetapi bentuk penghormatan, rasa syukur, dan kecintaan kepada almamater yang telah membentuk karakter dan perjalanan hidup saya.Salam takzim kepada seluruh Bapak Kiai dan para Asatidz atas segala ilmu, doa, dan keteladanan yang telah diberikan. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kesehatan, keberkahan, dan membalas setiap pengabdian dengan pahala yang berlipat.Dirgahayu 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.Semoga Gontor senantiasa menjadi mercusuar peradaban Islam, terus melahirkan generasi pemimpin yang berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi umat. Semoga Allah SWT senantiasa menjaga dan memberkahi Gontor sepanjang masa. Aamiin ya Rabbal

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result