pesanan-baju-kaos
33 °c
Pecenongan
Wed
Thu
Tuesday, 29 September, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Gontoriana Pondok

Belajar dari Tragedi Persemar

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
20 February 2018
in Pondok
0

BACA JUGA

Gontor Terus Matangkan Kesiapan Jelang Puncak Acara 100 Tahun

Kunjungan Tujuh Presiden ke Gontor: Relasi antara Dunia Pesantren dan Negara

Reuni Akbar 100 Tahun Gontor: Momentum Evaluasi Langkah Alumni dengan Cita-Cita Pendiri

Gontor, Alumni, dan Jejak Satu Abad

Presiden Prabowo Siap Hadir dan Resmikan Fakultas Kedokteran UNIDA Gontor

Memasuki umur 40 tahun, biasanya seseorang akan mendapatkan cobaan yang besar. Cobaan yang positif atau negatif. Hal serupa bisa juga berlaku pada lembaga. Seperti Gontor, misalnya. Pada tahun 1966, Gontor sudah berumur 40 tahun. Saat itu, Institut Studi Islam Darussalam (ISID) Gontor baru saja melakukan wisuda pertama.
Tanggal 17 Nopember 1963, ISID berdiri dengan nama Perguruan Tinggi Darussalam (PTD). Saat wisuda pertama ISID, santri Gontor pada tahun itu kurang lebih seribu sampai seribu lima ratus. Satu tahun berselang, saat Gontor berusia 41 tahun, terjadi peristiwa Persemar, 19 Maret 1967.
Pada saat itu, Trimurti merasakan husnu dzan, baik sangka, kepada mereka yang sudah sarjana. Bahkan beberapa guru diberi tugas untuk mewakili pimpinan dalam beberapa acara. Mereka dipercaya karena disangka sudah mengerti, padahal belum mengerti. Buktinya, ada yang mengira Trimurti masih menempati tanah yang diwakafkan. Padahal tanah wakaf itu ada rinciannya. Ada juga yang mengira orang yang sudah mewakafkan sudah tidak berhak lagi untuk memimpin pondok. Padahal tertulis di Piagam Badan Wakaf (BW) bahwa selama Trimurti masih mampu untuk memimpin, maka posisi BW hanya membantu trimurti.
Bagaimana bisa terjadi peristiwa yang sangat memalukan itu terjadi? Untuk itu perlu dipahami terlebih dahulu tentang gambaran situasi kritis saat itu. Katakanlah, peristiwa itu memang mendadak. Meski cikal bakalnya dimulai sekitar tahun 60-an. Tetapi, yang merasakan peristiwa itu memang hanya sedikit.
Saya ceritakan sedikit. Pada tahun itu semua partai bersaing ketat. Fanatisme kepartaian juga sangat tajam, termasuk PKI. Dari cara berpakaian saja, tampak identitas partai tertentu. Orang Masyumi, misalnya, identik dengan pakai sarung dan peci berarti di Masyumi. PKI juga punya pakaian khasnya.
Kompetisi kepartaian sepertinya berimbas ke Pondok. Ada maksud di antara alumni dan guru yang berkeinginan atau mendorong Gontor agar condong dan diarahkan kepada golongan tertentu. Kebetulan, saat itu ada polarisasi di internal Gontor sendiri. Ketika itu seakan guru-guru terbagi dua. Yaitu, guru Muhammadiyah dan guru NU. Masalah furuiyyah masih suka diperdebatkan secara keras. Karena kefanatikannya, di kelas guru-guru terjebak menjelaskan masalah-masalah furuiyyah sesuai preferensi aliran keagamaannya. Mana yang benar tergantung siapa guru yang menjelaskannya.
Pada saat yang sama, guru-guru mulai mengadakan kesalahan. Bermula dengan meninggalkan kelas pada jam kelima dan keenam. Murid-murid pun berani meniggalkan kelas, sampai ada nama penyakit jam sebelas. Maksudnya, ketika jam sebelas santri tidak masuk kelas dengan alasan sakit
Karena kelas sering kosong, akhirnya santri-santri mulai berbicara tentang pondok. Sampai ada yang berani mengkritik tentang pondok, dan lainnya, Itulah pemicu peristiwa pahit dan anarkis Persemar, 19 September 1967. Persemar itu terjadi dua tahun setelah Gerakan 30S-PKI. Dan, kisah dan cara 30S-PKI inilah yang dipakai oleh santri untuk merusak Gontor. Bel dipukul-pukul keras, semua teriak-teriak, dll.
Awalnya, yang dikritik hanya hal sepele, kecil, seperti masalah dapur, dianggap dikorupsi. Kemudian berkembang ke urusan Yayasan. Dan, terakhir tentang kebijakan Pimpinan. Sampai mereka berani mengatakan akan mengganti Pimpinan, dan sudah dipersiapkan penggantinya.
Karena masalah ini bermula dari santri dan guru, maka solusinya adalah meliburkan santrinya selama tiga bulan. Dan, yang diperbolehkan kembali hanya orang yang mendapatkan surat resmi. Kelas lima tidak ada satupun yang dipanggil. Kemudian, setelah setahun saya jalani kelas lima di pondok lain, akhirnya saya kembali lagi ke Gontor. Setelah diuji diterima lagi untuk megulangi kelas 5.
Tragedi 1967 itu tentu saja sangat memukul Gontor. Terkait ini ada pesan Trimurti. Bahwa ketika santri sudah mencapai jumlah 1000, pesan beliau hati-hati saat santrimu sudah seribu. Begitu juga saat seribu mendekati dua ribu, tiga ribu, empat ribu dll.
Syukur Alhamdulillah, keasaan berangsur pulih. Pondok setelah kejadian Persemar itu justru seperti tanaman yang sudah disiari, semakin subur. Dispilin ditingkatkan. Setahun, dua tahun kemudian, santri gontor sudah membludak, yang mendafar 1000 lebih dan yang diterima hanya 300.
Sejak itu, praktis tak ada lagi kelas kosong. Kalau sampai ada kelas kosong, maka hukuman untuk guru bisa diusir. Mengapa? Karena salah satu faktor terjadinya Persemar adalah adanya guru yang memberanikan diri meninggalkan kelas saat jam belajar. Begitulah, disiplin dan komitmen guru dan santri terus ditingkatkan hingga Gontor memasuki usia 90 tahun.

Tags: Badan WakafISIDMasyumiMuhammadiyahNUPKIPondok Modern GontorPTDTragedi PersemarUNIDA
Share126Tweet79Send
Previous Post

Gibraltar: Kejayaan Islam yang Memudar

Next Post

PLTMH di Sumba, PLN hemat 10 Milyar Rupiah

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
al amien prenduan

Keluarga KH Moh. Tidjani Djauhari Terima ‘100th Gontor Awards’ di Peringatan Satu Abad Gontor

22 September 2026
100 Tahun Gontor: Saatnya Mengubah Warisan Nilai Menjadi Kebaikan

100 Tahun Gontor: Saatnya Mengubah Warisan Nilai Menjadi Kebaikan

25 September 2026
Landasan Etika Bertutur dalam Pergaulan

Landasan Etika Bertutur dalam Pergaulan

27 September 2026
Sosiologi Ketahanan Gontor

Sosiologi Ketahanan Gontor

24 September 2026
Ketika Menjadi ‘Setengah Santri’ di Gontor

Ketika Menjadi ‘Setengah Santri’ di Gontor

24 September 2026
Sosiologi Ketahanan Gontor

Pengalaman Gontor Mendidik Santri Terampil Komunikasi

0
Pesta Literasi Alumni di Satu Abad Gontor

Pesta Literasi Alumni di Satu Abad Gontor

0
Prof Syamsuddin Arif: Guru Besar Filsafat Islam Abad Pertengahan dari UNIDA Gontor

Prof Syamsuddin Arif: Guru Besar Filsafat Islam Abad Pertengahan dari UNIDA Gontor

0
Empat Alumni KMI Gontor Resmi Menjadi Guru Besar UNIDA Gontor

Empat Alumni KMI Gontor Resmi Menjadi Guru Besar UNIDA Gontor

0
Landasan Etika Bertutur dalam Pergaulan

Landasan Etika Bertutur dalam Pergaulan

0
Sosiologi Ketahanan Gontor

Pengalaman Gontor Mendidik Santri Terampil Komunikasi

29 September 2026
Prof Syamsuddin Arif: Guru Besar Filsafat Islam Abad Pertengahan dari UNIDA Gontor

Prof Syamsuddin Arif: Guru Besar Filsafat Islam Abad Pertengahan dari UNIDA Gontor

29 September 2026
Pesta Literasi Alumni di Satu Abad Gontor

Pesta Literasi Alumni di Satu Abad Gontor

29 September 2026
Empat Alumni KMI Gontor Resmi Menjadi Guru Besar UNIDA Gontor

Empat Alumni KMI Gontor Resmi Menjadi Guru Besar UNIDA Gontor

28 September 2026
Landasan Etika Bertutur dalam Pergaulan

Landasan Etika Bertutur dalam Pergaulan

27 September 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
â–²
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result