Jeddah, Gontornews — Arab Saudi telah menyerukan upaya internasional yang kuat dan tegas untuk menangani ancaman global yang ditimbulkan oleh kapal tanker minyak ‘yang membusuk’ yang ditambatkan di lepas pantai Laut Merah, Yaman.
Dalam pertemuan virtual hari Rabu (15/7) Dewan Keamanan PBB untuk membahas kapal FSO Safer yang terdampar, yang memuat lebih dari 1 juta barel minyak mentah, perwakilan tetap Saudi untuk PBB, duta besar Abdallah Al-Mouallimi, menyoroti risiko yang bakal ditimbulkan oleh kapal tanker itu.
Kapal tanker berusia 45 tahun itu telah berlabuh sekitar 60 km di utara Hodeidah sejak dimulainya perang saudara Yaman lima tahun lalu. Pemberontak Houthi yang didukung Iran sepakat pada hari Ahad untuk mengizinkan tim inspeksi PBB mengakses kapal untuk pemeriksaan pemeliharaan.
Al-Mouallimi mengatakan, “Saya ingin menyampaikan penghargaan kami untuk sesi yang membahas situasi berbahaya dari kapal tanker dan bahaya yang ditimbulkannya terhadap lingkungan dan navigasi maritim di Laut Merah.”
“Risiko besar yang terkait dengan kapal tanker minyak terapung ini mengancam dan membahayakan Laut Merah Selatan dan dunia pada umumnya karena terletak di dekat Bab Al-Mandab (Selat), lokasi penting navigasi maritim internasional yang menghubungkan antara Asia dan Eropa.”
“Situasi berbahaya ini tidak boleh dibiarkan tidak terselesaikan, dan Dewan Keamanan memikul tanggung jawab utama untuk mengamankan keselamatan dan keamanan willayah,” tambahnya.
Utusan itu mengatakan kepada para delegasi bahwa tumpahan minyak dari FSO Safer bisa berpotensi lebih buruk daripada bencana Exxon Valdez 1989 yang menghancurkan di Alaska.
Dia menunjukkan bahwa hilangnya minyak dari kapal juga dapat mengakibatkan penutupan pelabuhan Hodeidah selama berbulan-bulan, yang menyebabkan kekurangan pasokan bahan bakar dan kebutuhan pokok lainnya bagi rakyat Yaman.
Kehidupan laut, lingkungan, dan pantai Saudi juga akan terkena dampak serius dan merugikan, tambahnya. Gas beracun akan merusak lahan pertanian di wilayah Yaman dan Arab Saudi.
“Kami memperhatikan pengumuman yang dibuat baru-baru ini oleh juru bicara sekretaris jenderal PBB bahwa pemberontak Houthi telah setuju untuk mengizinkan akses ke kapal tanker itu.”
“Kami tetap curiga dengan rencana dan niat Houthi, dan meminta Dewan Keamanan untuk mengambil langkah-langkah yang kuat dan tegas untuk menghadapi situasi ini dan menghilangkan risiko yang ditimbulkan olehnya.”
Duta Besar mengatakan bahwa Saudi siap untuk mengambil semua langkah yang diperlukan yang Dewan Keamanan mungkin anggap cocok untuk menangani situasi.
“Dewan tidak boleh membiarkan perilaku sembrono dan tidak bertanggung jawab seperti itu berlaku. Dewan harus memastikan bahwa solusi politik untuk konflik di Yaman ditemukan berdasarkan Resolusi 2216 Dewan Keamanan PBB, inisiatif GCC, dan hasil Konferensi Dialog Nasional, yang diakui oleh masyarakat internasional sebagai unsur legitimasi internasional,” ujarnya dikutip Arabnews.com. []






















