Jenewa, Gontornews — Badan Kesehatan Dunia, WHO, sedang mempersiapkan perbaikan regulasi guna mempercepat distribusi vaksin Covid-19. Kepala Ilmuwan WHO, Soumya Swaminathan, mengatakan ada lebih dari 200 vaksin Covid-19 yang tengah dikembangkan di seluruh dunia. Beberapa vaksin telah memasuki fase uji coba, sementara beberapa penelitian lain sudah memasuki tahap akhir pengujian terhadap manusia.
Swaminathan menambahkan bahwa pengujian vaksin harus melalui standar keamanan dan kemanjuran. Umumnya, proses ini melalui waktu bertahun-tahun. Namun, WHO berharap fase ini bisa dilalui hanya selama enam bulan saja.
“Meski percepatan itu penting, standar keamanan dan kesembuhan juga tidak dapat dikorbankan,” kata Swaminathan sebagaimana dilansir Reuters.
“Ini bukan masalah apakah sebuah vaksin dapat disuntikkan tanpa menetapkan fakta bahwa (vaksin) itu dapat melindungi Anda. Selain itu, apakah vaksin tersebut cukup aman digunakan dalam populasi besar,” imbuhnya.
Beberapa vaksin Covid-19 yang mulai dikembangkan yaitu vaksin mRNA Eksperimental Moderna (Oxford Univeristy) dan AstraZeneca hasil kolaborasi Cina-Rusia. WHO meminta pengembang untuk melakukan uji coba vaksin kepada peserta untuk menunjukkan lebih sedikit infeksi yang terjadi.
“Kami ingin perlindungan mencapai angka 80 – 90 persen. Itu akan menjadi fantastis,” jelasnya.
Swaminathan mengingatkan hanya 10 persen vaksin yang akan mendapatkan persetujuan untuk dapat digunakan. “Kami memiliki penyaringan bagi vaksin yang ketat. Karena biasanya, angka kelolosannya hanya sekitar 10 persen saja,” jelasnya.
Pada saat yang bersamaan, Swaminathan mengabaikan pemberlakukan herd immunity atau kekebalan kawanan. Baginya, pemberlakukan herd immunity berisiko besar karena perlu 60 persen dari populasi untuk mencapai kekebalan semacam itu. Artinya, angka kematian tinggi juga berisiko terjadi. [Mohamad Deny Irawan]





















