Istanbul, Gontornews — Menteri Kesehatan (Menkes) Turki, Fahrettin Koca, mengatakan, Turki berada di puncak kedua dari gelombang pertama wabah COVID-19.
Ia mencatat bahwa beberapa daerah mengalami peningkatan kasus virus yang lebih tajam daripada yang lain.
Jumlah kasus virus korona melonjak di Turki karena meningkatnya transportasi selama liburan Idul Adha, kata Koca kepada harian Hurriyet.
Ia menambahkan, alasan lain di balik peningkatan infeksi baru ialah banyaknya pesta pernikahan.
“Pernikahan menjadi penyebab penyebaran virus karena para hadirin saling berdekatan selama berjam-jam. Makanya ada pembatasan pernikahan,” kata Koca.
Beberapa provinsi di Turki baru-baru ini memberlakukan pembatasan pada acara sosial, termasuk upacara pernikahan dan pertunangan, seperti pembatasan durasi acara tersebut.
Koca menginformasikan bahwa kasus virus korona sedang meningkat di Provinsi Anatolia tengah dan tenggara, termasuk ibukota Ankara, Konya, Kayseri, Diyarbakir, Urfa, Mardin, dan Erzurum.
“Di Istanbul, tidak ada lonjakan kasus yang serius sedangkan İzmir [provinsi terbesar kedua di negara itu] mengalami peningkatan relatif, tetapi situasinya terkendali di sana,” paparnya.
Tingkat hunian di rumah sakit negara 47 persen, sedangkan tingkat hunian di unit perawatan intensif 60 persen, kata Koca.
Ia menambahkan bahwa rumah sakit memiliki kapasitas yang cukup untuk menangani kasus-kasus baru.
Pada 31 Agustus, negara itu melakukan tes harian dengan rekor 110.102, dengan total tes mencapai 7,1 juta.
Sejumlah institusi kesehatan, kebanyakan swasta, yang menjalankan tes PCR untuk mendeteksi orang dengan COVID-19, gagal melaporkan hasil tes setelah 8 Agustus, menurut harian Milliyet.
Kegagalan memasukkan hasil ke dalam sistem, yang diawasi oleh Kementerian Kesehatan, menghambat upaya perawatan orang yang dites positif dan mendeteksi rantai kontak, kata Kementerian Kesehatan dalam sebuah pernyataan yang dikirim ke semua institusi yang melakukan Tes PCR.
Kementerian memperingatkan bahwa lembaga, yang terus gagal melaporkan hasil tes, akan dicabut izinnya untuk melakukan operasi semacam itu. []























