Beirut, Gontornews — Kaum muda yang melarikan diri dari Lebanon dengan perahu kecil menuju Siprus menambah krisis pengungsi di Mediterania timur.
Arabnews.com merilis, empat kapal muncul di lepas pantai timur dan selatan Siprus dalam dua hari terakhir, membawa 123 migran Lebanon dan Suriah, kata polisi Siprus, Ahad (6/9).
Beberapa telah diizinkan masuk ke Siprus, tetapi setidaknya 20 migran terombang-ambing di laut dengan kapal yang mesinnya rusak. Tiga wanita dan sembilan anak sebelumnya diturunkan dari kapal dan dipindahkan ke rumah sakit Siprus sebagai tindakan pencegahan.
Lebih dari 30 orang di kapal yang dicegat polisi pada Sabtu (5/9), sekitar 20 km di lepas pantai selatan, telah menaiki kapal lain yang disewa otoritas Siprus untuk membawa mereka kembali ke Lebanon. Siprus dan Lebanon memiliki kesepakatan untuk menghentikan kapal migran mencapai pulau itu.
Lebih dari 50 migran dari Lebanon dibawa ke pusat penerimaan pada hari Sabtu setelah perahu mereka mencapai pantai berbatu di sepanjang garis pantai timur pulau itu. Perahu itu masuk zona penyangga terkendali PBB yang memisahkan bagian utama Siprus dari Siprus Turki yang memisahkan diri dari Siprus utara.
Penjaga perdamaian PBB memindahkan 35 pria, lima wanita dan 11 anak-anak ke tahanan Siprus. Pengadilan pada hari Ahad memerintahkan penahanan empat pria karena dicurigai sebagai awak kapal.
Sebanyak 20 migran Suriah lainnya dibawa ke pusat penampungan setelah dijemput pada Ahad pagi di dekat zona penyangga 15 km barat ibukota, Nicosia.
Menteri Dalam Negeri Siprus Nicos Nouris mengatakan akan ada pertemuan mendesak pada Senin untuk menilai situasi. Pusat penampungan migran di pulau itu sudah penuh di tengah kekhawatiran akan kepatuhan terhadap protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran COVID-19, katanya.
Lebanon menampung 1 juta pengungsi Suriah dan 250.000 pengungsi Palestina. Penyelundupan manusia telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir, terutama menargetkan anak muda Lebanon yang kecewa oleh perekonomian Lebanon.
Bulan September, Oktober, dan November merupakan ‘musim melarikan diri dari Lebanon dengan perahu karena laut tenang, Mohammad Al-Sarji, kepala Persatuan Penyelam Profesional Lebanon, mengatakan kepada Arab News.
“Penyelundup di Lebanon adalah pelaut yang memiliki pengetahuan yang kuat tentang laut. Mereka membeli perahu bekas, merenovasi, dan menggunakannya untuk penyelundupan. Kalau tenggelam, kerugiannya tidak besar, tapi pengungsi membayar penyelundup dalam jumlah besar,” katanya.
Titik terdekat ke Siprus adalah pantai yang membentang dari Tripoli ke Akkar di Lebanon utara, hanya 90 km jauhnya, dan itu tidak terpantau karena ketidakmampuan negara. []





















