Sydney, Gontornews — Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, berharap menjadi negara pertama penerima vaksin Covid-19 buatan perusahaan farmasi asal Inggris, AstraZeneca. Ia juga menargetkan dapat menerima vaksin tersebut pada bulan Januari 2021 mendatang.
Pernyataan ini disampaikan Morrison menyusul terjalinnya kesepakatan antara pemerintah dengan CSL Ltd terkait produksi dua vaksin: satu vaksin yang dikembangkan oleh AstraZeneca-Oxford University dan vaksin lain yang dikembangkan laboratorium CSL bekerjasama dengan University of Queensland.
โAustralia membutuhkan harapan. Hari ini, kami mengambil langkah signifikan untuk melindungi kesehatan warga Australia dari pandemi virus korona,โ kata Morrison sebagaimana dilansir Reuters.
Sementara itu, Menteri Kesehatan Australia, Greg Hunt, menjelaskan sejumlah ilmuwan yang memimpin pengembangan kedua vaksin memberikan jaminan. Menurut mereka kedua vaksin tersebut dapat memberikan perlindungan kepada warga selama bertahun-tahun.
Morrison melanjutkan bahwa CSL diharapkan memberikan 3,8 juta vaksin AstraZeneca. Sebagai informasi, vaksin bernama AZD1222 itu tengah memasuki uji klinis di sejumlah negara seperti Inggris, Brazil, Afrika Selatan. Uji coba ini akan berlangsung hingga Januari dan Februari 2021.
Sejauh ini, Australia melaporkan penambahan 45 kasus baru Covid-19. Secara total, Australia mengonfirmasi 26.320 kasus Covid-19 dengan 762 kasus kematian.
Melbourne menjadi negara bagian Australia yang paling terdampak virus asal Wuhan tersebut. Masifnya penularan Covid-19 gelombang kedua ini membuat Melbourne memberlakukan penutupan wilayah hingga 28 September mendatang. [Mohamad Deny Irawan]





















