Cox’s Bazar, Gontornews — Koordinator kesehatan pengungsi Rohingya di kamp pengungsian Cox’s Bazar melaporkan tujuh kematian akibat Covid-19. Sementara kasus penularan Covid-19 di kamp pengungsian Rohingya mencapai 130 kasus dengan 32 kasus baru terlapor dalam satu pekan terakhir.
“Kami mencatat satu kasus kematian pengungsi Rohingya akibat Covid-19 pada Ahad (6/9) di kamp nomor 4,” kata Koordinator Kesehatan Pengungsi Rohingya, dr Abu Toha MR Bhuiyan, kepada Anadolu.
Meski demikian, angka kematian di kamp pengungsian Rohingya tergolong rendah jika dibandingkan angka kematian serupa di Bangladesh. Hal ini disebabkan karena pemerintah Bangladesh melakukan pemantauan secara terus menerus.
“Ini dimungkinkan karena pemantauan kami lakukan secara terus menerus,” tambah dr Abu Toha.
Sementara kasus kematian Covid-19 di Bangladesh yang telah terkonfirmasi 4.516 kasus dengan 37 kasus terjadi dalam 24 jam terakhir. Sementara kasus penularan mencapai 327.359 kasus dengan penambahan 2.202 kasus baru.
PBB menjadikan komunitas pengungsi Rohingya sebagai etnis paling teraniaya di dunia. Mereka mengalami ketakutan seiring dengan serangan yang dilancarkan oleh militer Myanmar terhadap kekerasan komunal pada 2012 silam
Amesty International mencatat lebih 750.000 pengungsi Rohingya melarikan diri dari Myanmar. Mereka lantas mengungsi ke Bangladesh untuk mencari perlindungan dari tindakan kekerasan yang dilakukan militer Myanmar di Rakhine pada Agustus 2017 silam. [Mohamad Deny Irawan]





















