Sanaโa, Gontornews — Lebih dari 20 orang tewas dalam bentrokan di provinsi bagian utara Yaman, Al-Jawf, Ahad (6/9) malam, ketika pasukan pemerintah mencoba untuk merebut kembali posisi yang hilang beberapa bulan lalu dari kelompok Houthi.
Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional telah memerangi pemberontak sekutu Iran sejak 2014, ketika Houthi menguasai sebagian besar wilayah utara termasuk ibukota, Sanaโa.
Sumber militer pemerintah mengatakan 16 Houthi dan delapan loyalis tewas dalam bentrokan itu.
Tentara pemerintah menangkap lebih dari 40 pemberontak, kata sumber itu kepada AFP.
Arabnews.com merilis, para pemberontak maju di Provinsi Marib, khususnya distrik Mahliya, setelah pertempuran sengit yang juga menelan korban.
Houthi menguasai ibukota Al-Jawf awal tahun ini. Mereka sekarang mengancam provinsi penghasil minyak, Marib.
Puluhan ribu orang tewas dalam konflik Yaman, yang oleh PBB digambarkan sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia.
Pertempuran terus berlanjut meskipun ada seruan berulang kali untuk gencatan senjata demi membantu memerangi virus korona, yang dikhawatirkan dapat menjadi bencana di Yaman yang miskin.
Lebih dari 1.900 kasus COVID-19 telah dikonfirmasi di negara itu, termasuk 572 kematian. []





















