Jakarta, Gontornews — Presiden Joko Widodo (Jokowi) terlibat pembicaraan dengan guru SMP Negeri di Padang. Dalam pembicaraan melalui video call tersebut, sang guru mengeluhkan kurang efektifnya metode pembelajaran online kepada Presiden.
“Kita sudah 6 bulan ini, kegiatan belajar anak-anak melalui Online. Bagaimana menurut ibu?” Tanya Jokowi dalam video yang diunggah di akun Youtube, Sekretaris Kabinet
“Pembelajarannya (menggunakan Online). Kita tetap mengajar tetapi kita tidak dapat memantau apakah anak itu mampu atau tidak. Karena kita tidak bisa bertemu langsung,” jawab Guru Rika.
“Tidak semua anak-anak memiliki Handphone. Tetapi sudah kami data. Kami juga mengecek rumah mereka. Jika (mereka terbukti) tidak mampu, kita akan fasilitasi di sekolah,” imbuhnya.
Jokowi juga menanyakan bagaimana komunikasi bu Rika dengan wali siswa. Guru Matematika tersebut menjawab menggunakan aplikasi whatsApp Grup untuk memudahkan komunikasi dan interaksi pihak sekolah dengan wali murid.
“Misalnya ada anak yang bermasalah, kami akan kasih jadwal setiap Jum’at,” kata Bu Rika.
Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut juga meminta saran dan masukan dari Bu Rika baik untuk pemerintah maumpun Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim.
“Kami maunya bisa tatap muka langsung. Seandainya, memngkinkan, kita akan bagi per-shift dan tidak banyak-banyak. Karena anak-anak kasian sekali karena banyak yang mereka tidak tahu,”
“Saya kadang mau menangis, pak. Saya merasa kasihan sekali. Apalagi anak-anak yang orang tuanya tidak mampu. Mereka punya andorid tapi tidak punya paket data,” sarannya kepada Pemerintah dan Mendikbud Nadiem Makarim.
Jokowi lantas merespon usulan bu Rika dengan menyebut pembelajaran online dilakukan guna mencegah penularan Covid-19 di sekolah. “Alangkah baiknya tatap muka. Tapi masa pandemi seperti ini risikonya, kalau anak terpapar covid, semuanya jadi salah,” ucap Jokowi.
“Bu Rika, tetap semangat. Salam untuk anak-anak,” tutupnya. [Mohamad Deny Irawan]


















