Baghdad, Gontornews — Sebuah bom rakitan meledak di luar sebuah institut bahasa Inggris di Irak selatan Jumat (18/9) pagi. Tidak ada korban dalam ledakan itu. Demikian pernyataan dari kepolisian Irak.
Ledakan itu merusak bagian depan bangunan Institut Amerika untuk Pembelajaran Bahasa Inggris di kota Najaf, kata pernyataan dari direktorat kepolisian provinsi.
Institut itu tidak berafiliasi secara resmi dengan institusi mana pun di AS. Gedung itu diyakini telah menjadi sasaran karena mengajarkan bahasa Inggris ke Irak. Tidak ada warga Amerika yang bekerja di gedung itu.
Serangan yang menargetkan kehadiran AS telah meningkat sejak Perdana Menteri Irak Mustafa Al-Kadhimi melakukan perjalanan ke Washington bulan lalu untuk menyelesaikan pembicaraan strategis. Serangan roket secara rutin menargetkan Zona Hijau, pusat pemerintahan Irak yang dijaga ketat, di mana Kedutaan Besar AS berada.
Bom pinggir jalan juga sering menerjang konvoi yang membawa material yang diperuntukkan bagi militer AS. Beberapa jam sebelum serangan hari Jumat di pusat bahasa Inggris itu, sebuah bom pinggir jalan menargetkan konvoi Irak yang mengangkut peralatan menuju koalisi pimpinan AS. Namun serangan itu tidak menimbulkan kerugian.
Pekan lalu, sebuah bom pinggir jalan menargetkan konvoi diplomatik Inggris di Baghdad. Juga tidak ada korban.
Saat ini di Irak terdapat lebih dari 5.000 tentara Amerika. Bulan lalu, jenderal AS untuk Timur Tengah mengatakan AS akan mempertahankan kehadiran militernya di Irak untuk jangka panjang namun dengan jumlah yang lebih sedikit. []


















