Ramallah, Gontornews — Kelompok politik Palestina, Hamas, berkoordinasi dengan kelompok perjuangan Palestina, Jumat (18/9). Dalam pertemuan tersebut, Hamas dan sejumlah kelompok pejuang Palestina di Lebanon membahas visi bersama dalam melawan proyek Zionis.
Pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh, melakukan pertemuan dengan delegasi Popular Front for the Liberation for Palestine (PFLP), Abu Nidal Al-Ashqar, di Beirut, Lebanon. Pertemuan tersebut mengutuk kesepakatan normalisasi diplomatik antara Israel dengan Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain.
Baik Hamas maupun FLP menyerukan perlawanan terhadap semua konspirasi melawan perjuangan Palestina.
Sebagai informasi, 15 September 2020, UEA dan Bahrain menandatangani kesepakatan normalisasi hubungan diplomatik dengan Israel. Kesepatan ini merupakan inisiasi Amerika Serikat, yang dalam hal ini, Presiden Donald Trump.
Mayoritas warga Palestina serta kelompok pejuang Palestina mengecam kesepakatan tersebut. Warga Palestina mengatakan UEA dan Bahrain tidak mewakili kepentingan Palestina dan cenderung mengabaikan hak-hak rakyat Palestina.
Pimpinan Hamas berada di Beirut selama lebih dari 15 hari untuk mengadakan pembicaraan dengan pengungsi Palestina dan otoritas Lebanon.
UEA dan Bahrain bukanlah dua negara pertama yang memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Sejarah mencatat Mesir (1979) dan Yordania (1994) sebagai dua negara Arab yang terlebih dulu memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.
Sebelumnya, Rusia, Kamis (17/9), mengatakan mustahilnya membangun perdamaian Timur Tengah tanpa menyelesaikan masalah Palestina.
βSangat keliru untuk berpikir bahwa stabilitas kawasan Timur Tengah akan terjadi tanpa penyelesaian masalah Palestina,β ungkap Kementerian Luar Negeri Rusia yang dilansir Arab News.
Moskow pun mendesak negara-negara Timur Tengah dan Dunia untuk membantu penyelesaian masalah Palestina.
Bagi Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, penyelesaian masalah di Palestina sangat mudah: tarik pasukan Israel di wilayah Palestina. Dengan demikian, permasalahan di Palestina bisa selesai dengan baik dan perdamaian Timur Tengah niscaya akan terwujud. [Mohamad Deny Irawan]





















