Jakarta, Gontornews — Presidium Badan Musyawarah Organisasi Islam Wanita Indonesia (BMOIWI) Sabriati Aziz, menjelaskan negara memiliki tanggung jawab dalam menjaga generasi Indonesia dari kerusakan moral. Hal itu disampaikan Sabriati dalam acara webinar kedua menjelang Munas V(irtual) Hidayatullah bertema “Mengokohkan Jatidiri Keluarga Sebagai Basis Peradaban Islam”.
Ia juga menyebutkan setidaknya ada tiga hal yang menjadi benteng pertahanan utama untuk menjaga generasi sehingga pengokohan jati diri keluarga dapat tercapai. Yaitu Negara, Masyarakat dan Keluarga.
“Keluarga tentunya perlu dibentengi, sehingga genersi kita terlindu dari hal-hal yang merusak,” jelasnya dalam siaran pers yang diterima redaksi Gontornews
Sabriati mengutip sebuah hadits Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mengenai kenapa negara menjadi alasan perlindungan generasi; “Sesungguhnya imam itu laksana perisai, tempat orang-orang berperang di belakangnya dan berlindung denganya. (HR. Muslim)”. Sehingga kewajiban sebuah negara ialah sebagai penjaga benteng dari serangan-serangan yang menyebabkan generasi khususnya kehilangan jati dirinya.
“Tentunya negara mempunyai kewajiban sebagai penjaga gerbang, penjaga utama generasi kita dari serangan-serangan yang dapat merusak moral mereka, sebagaimana hadits Nabi yang saya sebutkan tadi,” ucapnya.
Selain negara, lanjut Sabriati, bahwa masyarakat juga mempunyai kewajiban untuk menjaga generasi Indonesia, dan kurangnya kepekaan masyarakat dalam melakukan amar makruf nahi munkar dapat menyebabkan adanya kerusakan moral di masyarakat dan hal tersebut dapat menenggelamkan mereka sendiri.
“Suatu komunitas masyarakat jika mengabaikan atau membiarkan begitu saja terhadap hal-hal yang dapat merusak generasi dan tidak melakukan amalan amar makruf nahi munkar, maka bisa jadi mereka akan semakin tenggelam dalam kerusakan moral,” jelas Sabriati.
Selain negara yang menjadi benteng utama dan juga masyarakat, keluarga juga mempunyai kewajiban menjega generasi bangsa. Bahkan keluarga menjadi madrasah pertama bagi generasi bangs ini. Dengan banyaknya pihak yang ingin merusak generasi bangsa, seperti maraknya tersebar situs porno, usaha mereka melegalkan LGBT, penjualan narkoba yang mengincar usia usia remaja. Tentunya hal ini menjadi pekerjaan rumah yang berat bagi keluarga.
Maka menurut Sabriati setidaknya para keluarga mendidik generasi untuk beriman serta bertakwa kepada Allah Subhanahu Wata’ala.
“Dengan banyaknya hal yang dapat merusak generasi, keluarga mempunyai pekerjaan rumah yang berat. Setidaknya para keluarga mengajari generasi kita untuk beriman serta bertakwa kepada Allah Subhanahu Wata’ala, lalu mengajarkan mereka tentang adab, dzikir, ilmu dan hal-hal dasar yang dapat melindungi mereka,” pungkasnya.[Devi]


















