pesanan-baju-kaos
28 °c
Pecenongan
Sat
Sun
Saturday, 3 October, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Keluarga

Elly Risman: Renungkan Kembali Pentingnya Peran Keluarga di Masa Pandemi

Orangtua juga jangan sekali-kali membohongi anak dengan janji yang tak ditepati, menghiburnya dengan kesenangan sementara seperti memberi uang jajan tanpa memberikan pengertian terlebih dahulu.

Devi Lusiana by Devi Lusiana
21 September 2020
in Keluarga
0
Elly Risman: Renungkan Kembali Pentingnya Peran Keluarga di Masa Pandemi

Jakarta, Gontornews — Psikolog yang juga spesialis pengasuhan anak, Elly Risman Musa, mengajak seluruh orangtua untuk merenungi kembali pentingnya keluarga dan menyentil kesadaran dalam kepengasuhan di masa pandemi.

Pendiri Yayasan Kita dan Buah Hati ini mengemukakan perihal realitas baru yang harus dihadapi oleh orangtua di rumah. Tren pandemi Covid-19 hingga kini masih tinggi, anak anak belum sekolah dan memgharuskan semua di rumah.

“Kita tidak pernah jadi guru, sekarang kita harus jadi guru. Sekarang satu anak saja mata pelajarannya berbeda-beda dan sekarang kita harus menjadi guru dari sekian anak, sekian jenjang. Setelah itu kita tidak mengerti dan lebih-lebih mereka (anak) tidak mengerti. Lalu mereka tanya kita, kita nggak tahu harus jawab apa,” kata Elly dalam acara Webinar Series 02 Pra Munas V Hidayatullah bertajuk “Mengokohkan Jatidiri Keluarga Sebagai Basis Peradaban Islam”.

Melalui siaran pers Panitia Munas V(irtual) Hidayatullah kepada media di Jakarta, Elly menjelaskan jika sebelumnya orang tua menitipkan anak-anaknya ke sekolah selama delapan jam atau ke pesantren berbulan bulan. Selama itu orang tua tidak bertemu dengan anak-anak mereka.

BACA JUGA

Lima Jurus Terbaik Membentuk Akhlak Mulia Anak

Majalah Gontor Sukses Gelar Workshop Parenting Islami di Darunnajah

Workshop Parenting Islami untuk Gen-Z: Menemukan Harmoni Keluarga di Era Digital

Tirakat Orangtua Untuk Anak

Mengenalkan Surat Al-Fatihah Sejak Dini

“Dan tidak pernah bersama seperti saat sekarang ini,” imbuhnya.

Dengan adanya pandemi, Elly melanjutkan, orangtua akhirnya harus jadi guru bahkan sebagai guru les serta berperan sebagai guru semua jenjang dan tidak bisa minta tolong kepada siapa-siapa.

Di sisi lain, terdapat masalah pelik dimana tidak sedikit guru-guru tidak pernah diajar bagaimana mengajar daring dan anak-anak tidak diberi instruksi sebagai bekal.

Elly kemudian mengajak peserta webinar membayangkan dan menjawab perasaan masing-masing tentang pandemi yang sudah berlangsung lama ini di secarik kertas/ kolom chat. Ada yang menjawab stres, khawatir, takut, dan lain sebagainya.

“Perasaan adalah sesuatu yang sangat penting bagi manusia. Kalau (perasaan) dikenali, apalagi dia diterima, orang itu akan merasa seluruh dirinya diterima,” imbuhnya pada acara yang disiarkan live streaming kanal Youtube Hidayatullah ID dan telah disaksikan dua ribu lebih pemirsa tersebut.

“Selama 6 bulan pandemi ini, ada nggak sih yang menanyakan perasaan Anda? Jangan-jangan ayah bunda juga nggak ada yang nanya perasaannya. Bercampur aduk perasaannya, apalagi sekarang dipertontonkan jenazah, kuburan, rumah sakit, 117 paramedis yang meninggal,” tukasnya.

Bunda Elly lantas menuturkan ilustrasi dengan berkisah yang memisalkan peserta, yang diwakili moderator acara, sebagai anaknya. Diasumsikan dialog ini terjadi antara orangtua kepada sang anak.

“Hidup itu dulu susah. Mama dulu itu ngerasain, Nak, sebelum melahirkan kamu, itu mama pernah ngalamin pergi antre sembako. Pernah dulu mama kecil, baju sekampung itu sama. Jadi, sulit sekali.”

“Oleh sebab itu, mama sama bapak, Nak, berusaha benar dan berjanji beritikad berdua agar bagaimana caranya kamu dan adik adikmu nak sekolah sampai ke tingkat tertinggi kalau bisa. Kenapa, kalau kau bisa sarjana, Nak, kami harapkan hidupmu akan lebih baik daripada kami.”

“Sampai di situ, kamu ngerti, Nak?”

“Jadi oleh sebab itulah mama dan papa berusaha menekankan keberhasilan akademis. Supaya sukses bahkan kalau bisa jadi pegawai negeri karena PNS itu nggak ada bangkrutnya,” lanjut Elly meneruskan analoginya.

Elly kemudian mengajak peserta webinar menarik ibrah dari tamsil yang dituturkannya tersebut. “Sampai di sini berhenti dulu menjadi anak. Jadilah orangtua,” katanya.

“Bukankah engkau, anak-anakku, selalu menekankan keberhasilan akademik anak-anakmu. Dan engkau terus mengindoktrinasi mereka untuk menjadi pegawai negeri. Dari mana, Nak? Dari mama,” ujarnya seraya mengajak berefleksi.

“Dari jaringan-jaringan otakmu yang mama bentuk sejak kecil, penting banget reputasi akademik itu. Mama, Nak, gak bisa mengenali diri mama, Nak,” lanjutnya.

Orangtua acapkali mengutamakan aspek akademik semata dengan harapan kelak anak menonjol dari sisi keduniaan namun lupa mentahtakan Allah Subhanahu Wata’ala dalam hati dan sanubarinya.

“Masa depan itu tergantung pendidikan, bukan karena Allah. Itu indoktrinasi yang selalu ditanamkan. Sementara kita nggak pernah mendengarkan perasaan. Coba ayah bunda menanyakan perasaan itu semua,” ujarnya.

Orangtua, lanjut Elly, harus berusaha mendengarkan, memahami, dan mendeteksi perasaan anak. Meruyaknya data kasus kenakalan remaja, pergaulan bebas, atau perceraian karena disebabkan perasaan yang tidak didengarkan.

Hal itu terjadi karena orangtua menggunakan pola interaksi yang keliru kepada anak-anaknya sehingga membuat moralnya jatuh, kepercayaan dirinya ambruk, dan akhirnya menjadi terasing. Karena itu, orangtua harus memiliki waktu mendengar aktif dan menghindari 12 gaya populer yang masih kerap dilakukan kepada anak.

Elly menekankan, orangtua perlu sekali menghindari 12 gaya tersebut yaitu memerintah anak, menyalahkan, meremehkan, membanding-bandingkan, mencap atau memberi label buruk, mengancam, menasihatinya di waktu yang tidak tepat sambil memaksanya harus menyimak dengan kata kata misalnya “dengerin mama!”.

Orangtua juga jangan sekali-kali membohongi anak dengan janji yang tak ditepati, menghiburnya dengan kesenangan sementara seperti memberi uang jajan tanpa memberikan pengertian terlebih dahulu, mengkritiknya dengan kasar, menyindir dan menganalisa semua hal yang kita anggap negatif pada dirinya.

Webinar ini juga menghadirkan narasumber lainnya yaitu Presidium Badan Musyawarah Organisasi Islam Wanita Indonesia (BMOIWI) Dr Hj Sabriati Aziz, Ketua Umum Pengurus Pusat Muslimat Hidayatullah (PP Mushida) Drs Reni Susilawati, Ketua Bidang Tarbiyah DPP Hidayatullah Dr Tasyrif Amin dan dimoderatori oleh Ustadz Hanafi Usman. [Devi]

Tags: elly rismanKeluargaMasa PandemiPengasuhanPeran Orang Tua
Share59Tweet37Send
Previous Post

Menag Fachrul Razi Positif Covid-19, Kondisinya Baik

Next Post

Presidium BMOIWI: Negara Wajib Menjaga Generasi dari Kerusakan Moral

Devi Lusiana

Devi Lusiana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Landasan Etika Bertutur dalam Pergaulan

Landasan Etika Bertutur dalam Pergaulan

27 September 2026
Sosiologi Ketahanan Gontor

Pengalaman Gontor Mendidik Santri Terampil Komunikasi

29 September 2026
Dari PPM Darel Azhar Banten untuk Dunia

Dari PPM Darel Azhar Banten untuk Dunia

27 September 2026
Empat Alumni KMI Gontor Resmi Menjadi Guru Besar UNIDA Gontor

Empat Alumni KMI Gontor Resmi Menjadi Guru Besar UNIDA Gontor

28 September 2026
Pesta Literasi Alumni di Satu Abad Gontor

Pesta Literasi Alumni di Satu Abad Gontor

29 September 2026
Catatan Penting dari Pengukuhan Prof Akhmad Affandi Mahfudz sebagai Guru Besar UNIDA Gontor

Catatan Penting dari Pengukuhan Prof Akhmad Affandi Mahfudz sebagai Guru Besar UNIDA Gontor

0
Sosiologi Ketahanan Gontor

Pengalaman Gontor Mendidik Santri Terampil Komunikasi

0
Pesta Literasi Alumni di Satu Abad Gontor

Pesta Literasi Alumni di Satu Abad Gontor

0
Prof Syamsuddin Arif: Guru Besar Filsafat Islam Abad Pertengahan dari UNIDA Gontor

Prof Syamsuddin Arif: Guru Besar Filsafat Islam Abad Pertengahan dari UNIDA Gontor

0
Empat Alumni KMI Gontor Resmi Menjadi Guru Besar UNIDA Gontor

Empat Alumni KMI Gontor Resmi Menjadi Guru Besar UNIDA Gontor

0
Catatan Penting dari Pengukuhan Prof Akhmad Affandi Mahfudz sebagai Guru Besar UNIDA Gontor

Catatan Penting dari Pengukuhan Prof Akhmad Affandi Mahfudz sebagai Guru Besar UNIDA Gontor

1 October 2026
Sosiologi Ketahanan Gontor

Pengalaman Gontor Mendidik Santri Terampil Komunikasi

29 September 2026
Prof Syamsuddin Arif: Guru Besar Filsafat Islam Abad Pertengahan dari UNIDA Gontor

Prof Syamsuddin Arif: Guru Besar Filsafat Islam Abad Pertengahan dari UNIDA Gontor

29 September 2026
Pesta Literasi Alumni di Satu Abad Gontor

Pesta Literasi Alumni di Satu Abad Gontor

29 September 2026
Empat Alumni KMI Gontor Resmi Menjadi Guru Besar UNIDA Gontor

Empat Alumni KMI Gontor Resmi Menjadi Guru Besar UNIDA Gontor

28 September 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result