Rafah, Gontornews — Mayat dua nelayan Palestina yang menurut pejabat Palestina ditembak mati oleh pasukan angkatan laut Mesir telah dikembalikan ke Jalur Gaza, kata Kementerian Dalam Negeri wilayah itu.
Para nelayan, yang bersaudara, ditembak pada hari Jumat di lepas pantai dekat kota perbatasan selatan Rafah. Seorang saudara ketiga mereka terluka dan sedang menjalani perawatan di Mesir.
“Tidak ada pembenaran atas perlakuan kekerasan berulang-ulang terhadap mereka yang berusaha mencari nafkah untuk anak-anak mereka,” kata Hamas dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu seperti dikutip Aljazeera.com.
Belum ada komentar langsung dari pejabat Mesir, tetapi serikat nelayan Palestina di Gaza mengatakan bahwa para nelayan biasanya bekerja di dekat perbatasan laut Gaza-Mesir dan angkatan laut Mesir mengetahui keberadaan mereka.
“Bahkan jika mereka melewati batas, menembak dan membunuh mereka tidak dapat dibenarkan,” kata Nezar Ayyash, kepala serikat. Mereka bisa saja menghentikan mereka karena mesin perahunya lemah dan tidak dapat melaju lebih cepat dari perahu angkatan laut.
Mesir mengirim mayat pada Sabtu (26/9) malam melalui titik penyeberangan Rafah, gerbang utama Gaza ke dunia luar, di perbatasan sepanjang 13 km (8 mil) dengan Jalur Gaza.
Israel dan Mesir memberlakukan blokade di Gaza pada 2007 untuk mengisolasi Hamas setelah mereka menguasai wilayah itu dari Otoritas Palestina.
Ayyash mengatakan militer Mesir telah membunuh enam nelayan Gaza dalam insiden terpisah dalam 14 tahun terakhir.
Dia mengatakan para nelayan akan melakukan pemogokan umum selama tiga hari untuk memprotes kehilangan rekan mereka. []





















