Kuala Lumpur, Gontornews — Pemerintah Malaysia mengonfirmasi 260 kasus baru Covid-19, Kamis (1/10). Lonjakan kasus ini menjadi yang tertinggi sejak Juni lalu. Mayoritas kasus terkonfirmasi di negara bagian Sabah pasca pemilihan umum yang digelar September lalu.
Kenaikan kasus baru Covid-19, Kamis, menjadi yang tertinggi kedua sejak pandemi terkonfirmasi oleh Malaysia. Tercatat, 4 Juni 2020 menjadi puncak penularan Covid-19 tertinggi yang terkonfirmasi pemerintah Malaysia.
Direktur Jenderal Kesehatan Malaysia, Noor Hisham Abdullah, mengatakan bahwa peningkatan ini merupakan awal dari gelombang baru kasus Covid-19. Ia pun mendorong masyarakat untuk mematuhi aturan jarak sosial serta tidak bepergian keluar rumah kecuali untuk keperluan mendesak.
“Kini, terserah kita apakah akan meratakan kurva. Kami telah melakukan sebelumnya dan kami (yakin) dapat melakukannya lagi,” katanya dalam konferensi pers yang dilansir Reuters.
Sejauh ini, Malaysia mengonfirmasi 11.484 kasus Covid-19 dengan 136 kasus terkonfirmasi meninggal dunia.
Peningkatan kasus Covid-19 di Malaysia juga mengundang kritik dari berbagai pihak. Terlebih, dua politisi terkonfirmasi virus asal Wuhan tersebut saat berkampanya di Sabah.
Kasus-kasus terkati perjalanan ke negara bagian tersebut juga telah terlapor di 13 negara bagian di Malaysia sepanjang pekan ini.
Pada hari Kamis misalnya, pemerintah memerintahkan 600 siswa sekolah di negara bagian Penang, setelah seorang guru positif Covid-19 sepulangnya dari Sabah. Sang guru diketahui merupakan seorang istri dari seorang politisi yang ikut saat berkampanye di Sabah. [Mohamad Deny Irawan]




















