Jeddah, Gontornews — Setelah lebih dari enam bulan, kecuali ibadah haji, Masjidil Haram Mekkah tertutup untuk ibadah umar karena COVID-19, kini Pemerintah Saudi kembali mengizinkan umrah.
Lebih dari 1,8 miliar Muslim di seluruh dunia bersukacita saat jamaah umrah pertama memasuki Masjidil Haram pada Ahad (4/10) pukul 6 pagi setelah mendaftar melalui aplikasi I’tamarna Kementerian Haji dan Umrah.
Arab Saudi mengambil tindakan drastis untuk memerangi pandemi dan menangguhkan ibadah umrah dan shalat di Masjidil Haram pada pertengahan Maret. Kerajaan Saudi juga menghentikan penerbangan internasional dan menerapkan penguncian untuk mencegah penularan virus corona.
Untuk menampung kuota 6.000 jamaah umrah per hari, Kementerian Haji dan Umrah telah menyiapkan lima titik pertemuan, di antaranya Al-Gaza, Ajyad, dan Al-Shasha, tempat para jamaah akan bertemu dan bergabung dengan tenaga kesehatan profesional di bus menuju Masjidil Haram.
Untuk menyambut kedatangan jamaah umrah pertama, kamera termal akan ditempatkan di pintu masuk dan di dalam aula Masjidil Haram untuk memantau lonjakan suhu tubuh dan mengeluarkan peringatan jika diperlukan.
Rencana tersebut dibuat pada awal pandemi untuk memastikan keamanan pengunjung dan memungkinkan respons yang cepat terhadap potensi kasus virus.
Presidensi Umum Urusan Dua Masjid Suci, bekerjasama dengan otoritas lain, telah menyelesaikan persiapan untuk menerima jamaah umrah dengan tindakan pencegahan yang ketat. Sekitar 1.000 petugas telah dilatih untuk memantau ritual umrah di Masjidil Haram.
Masjid akan dibersihkan 10 kali sehari di antara kehadiran masing-masing kelompok. Pembersihan lebih lanjut di area dengan lalu lintas tinggi juga akan dilakukan, termasuk air mancur, karpet, dan kamar mandi. Eskalator menuju lantai atas juga telah dilengkapi dengan alat pembersih, sedangkan tempat cuci tangan telah ditempatkan di pintu masuk masjid.
Sistem pendingin udara juga telah dilengkapi dengan teknologi sanitasi ultraviolet, sementara petugas akan menjaga jadwal pembersihan filter udara sembilan kali sehari dalam tiga tahap berbeda.
Kepresidenan telah meluncurkan beberapa inisiatif, termasuk “Kammamat” (masker), untuk memastikan keselamatan jamaah.
Dengan daya tampung 2,5 juta jamaah, maka area Lingkar Thawaf (Mataf) di sekitar Ka’bah dipilih jamaah umrah untuk melakukan ritual. Jalur khusus, mirip dengan ibadah haji di bulan Agustus lalu, telah diperkenalkan untuk kemudahan akses.
Presiden Presidensi Umum Urusan Dua Masjid Suci, Syekh Dr Abdulrahman Al-Sudais, mengatakan, Raja Salman telah menyetujui jamaah umrah mengunjungi Rawdhah di Masjid Nabawi, Madinah, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.
Al-Sudais mengatakan persetujuan kerajaan mencerminkan ketajaman kepemimpinan Saudi untuk memastikan keamanan jamaah umrah yang mengunjungi Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. []























